• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Nahdliyin Surabaya, Jenuh Tak Mudik Cobalah Nikmati Tabebuya Bermekaran

Nahdliyin Surabaya, Jenuh Tak Mudik Cobalah Nikmati Tabebuya Bermekaran
Bunga Tabebuya yang berwarna kuning mulai bermekaran di jalan-jalan Kota Surabaya. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)
Bunga Tabebuya yang berwarna kuning mulai bermekaran di jalan-jalan Kota Surabaya. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya, NU Online Jatim

Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Surabaya yang tak bisa berlebaran ke kampung halaman di desa karena kebijakan larangan mudik tak perlu berkecil hati. Agar tidak jenuh, cobalah berjalan-jalan mengelilingi kota. Mata Anda akan dihibur dengan bermekarannya bunga Tabebuya di banyak titik di sepanjang jalan kota. Mumpung jalanan juga lebih sepi dari biasanya.

 

Bunga Tabebuya mulai bermekaran di Kota Surabaya menjelang dan setelah Idul Fitri 1442 Hijriyah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Anna Fajriatin menjelaskan bahwa Bunga Tabebuya itu biasanya mekar pada saat cuaca panas, sehingga mulai sebelum lebaran hingga saat ini, bunga tersebut sudah mulai bermekaran. Kalau terkena angin, bunga itu akan rontok dan yang lain akan mekar lagi.

 

“Uniknya, yang mekar kali ini rata-rata Bunga Tabebuya yang berwarna kuning, padahal spesiesnya ada putih dan pink juga,” kata Anna dalam keterangan tertulis diterima wartawan pada Sabtu (15/05/2021).

 

Menurutnya, Bunga Tabebuya yang saat ini juga menjadi salah satu ikon Surabaya itu sudah menyebar di berbagai titik di seluruh Kota Surabaya, terutama di pinggir jalan protokol. Bahkan, yang mekar saat ini rata-rata yang ada di jalan-jalan protokol, sehingga menambah cantik jalanan Surabaya di saat momen lebaran kali ini.

 

“Hampir semua jalanan Surabaya sudah ditanami Bunga Tabebuya, karena setiap rayon di DKRTH melakukan penanaman Tabebuya. Jadi jumlahnya sudah sangat banyak se-Surabaya,” tegasnya.

 

Anna menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya sudah menanam Tabebuya di pinggir-pinggir jalan itu sudah sejak beberapa tahun lalu. Tiap tahun jumlahnya terus diperbanyak. Pada tahun 2020, total Tabebuya yang keluar atau yang ditanam lebih dari seribu batang. Kemudian tahun 2021 hingga bulan ini, jumlah Tabebuya yang keluar atau yang ditanam sudah lebih dari 500 batang.

 

Ia mengatakan, Pemkot Surabaya memilih tanaman Tabebuya yang banyak ditanam di pinggir jalan karena dari segi kualitas bunganya memang menarik, dan pohonnya cepat tumbuh besar. Di sisi lain, tanaman tersebut tetap tumbuh dengan baik di iklim apapun. Perawatannya juga tidak sulit. Cukup rutin memberikan pupuk setiap empat bulan sekali.

 

Untuk kegiatan perawatan, Anna mengaku hanya melakukan penyiraman dan memberikan pupuk secara reguler. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan sampah.

 

“Dari  kegiatan perantingan pohon, kita manfaatkan untuk kompos. Untuk tanaman-tanaman yang ada di taman, kita sudah kurangi penggunaan pupuk kimia, beralih ke organik,” kata dia.

 

Keindahan tanaman Tabebuya itu mampu menarik perhatian masyarakat. Beberapa pengendara yang melintas di Jalan Ahmad Yani, sesekali berhenti hanya untuk mengabadikan mekarnya Tabebuya yang indah itu. Mereka berswafoto dengan latar belakang pohon Tabebuya yang mekar itu.

 

“Cantik sekali bunganya, saya suka, seperti Bunga Sakura di Jepang. Kebetulan saya tadi lewat sini kok ternyata Tabebuyanya yang kuning mekar, saya ke pinggir dulu untuk selfie,” kata salah satu warga Surabaya, Indah Permatasari.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru