• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Kenangan Mahfud MD Bersama Mustasyar PBNU AGH Sanusi Baco

Kenangan Mahfud MD Bersama Mustasyar PBNU AGH Sanusi Baco
Ungkapan Mahfud MD mengenang AGH Sanusi Baco di Twitternya. (Foto: Istimewa)
Ungkapan Mahfud MD mengenang AGH Sanusi Baco di Twitternya. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Tokoh asal Pulau Madura, Jawa Timur, yang kini Menkopolhukam Mahfud MD ikut berduka atas meninggalnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Anregurutta Sanusi Baco pada Sabtu (15/05/2021). Ia juga mengungkapkan kenangannya saat berjumpa dengan tokoh NU Sulawesi Selatan kharismatik itu.

 

“Terkenang, kalau ke Makassar biasanya sy mampir ke kediaman AGH Sanusi dan berdiskusi ttg masalah2 keummatan. Beliau selalu bersemangat dan banyak humor. Sedih jg, saat kunjungan ke Makassar pertengahan Ramadhan kemarin sy tdk mampir ke rumah beliau krn suasana pandemi Covid-19,” tulis Mahfud MD dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, Sabtu kemarin.

 

Dalam satu kesempatan, Mahfud mengaku berkunjung ke Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan. Di sana AGH Sanusi Baco menjadi imam besar. Dalam perbincangan, Mahfud dengan AGH Sanusi Baco terkait pengelolaan masjid raya Makassar. Sebab, di masjid tersebut tidak terlihat ada kotak amal atau pun sarana lain untuk menampung sumbangan masyarakat.

 

"Setelah ikut salat di Masjid Raya Makassar saya mampir ke rumah AGH Sanusi Baco yang adalah imam besar Masjid Raya tersebut. Kepada beliau saya bertanya, mengapa di masjid tersebut tidak ada kotak amal bagi jemaah untuk memasukkan uang. Mengapa pula tidak ada pengurus takmir yang mau terima titipan uang untuk masjid?" tulis Mahfud juga dalam akun Twitternya, Ahad (16/05/2021).

 

"Kiai Sanusi bilang, Pak JK meminta masjid tersebut tak usah menarik uang sumbangan dari jemaah untuk pengelolaan masjid. Semua kebutuhan untuk pengelolaan masjid yang bagus tersebut ditanggung oleh Pak JK. Untuk pengelolaan zakat dan sedekah bisa, tapi untuk perawatan masjid ditanggung oleh Pak JK," cerita Mahfud.

 

Atas alasan itu, Mahfud yang semula ingin menitipkan sumbangan pribadi untuk Masjid Raya Makassar pun gagal karena AGH Sanusi Baco dan pengelola masjid tidak mau menerima.

 

"Saya mau titip sumbangan untuk masjid pun AGH Sanusi Baco tidak mau terima. Katanya, sudah ditanggung Pak JK. Almarhum menyarankan saya menyalurkan sumbangan untuk pemeliharaan ke masjid-masjid lain yang juga masih banyak. Itu di tahun 2016. Sekarang beliau wafat dan Pak JK datang khusus untuk melayat," ujarnya.

 

AGH Sanusi Baco yang juga menjadi Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan meninggal dunia saat dirawat di RS di Makassar, Sabtu malam. Selain membaktikan diri di NU, AGH Sanusi juga dikenal sebagai sahabat almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Semasa muda, keduanya sama-sama belajar di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru