• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Metropolis

Pemimpin Redaksi NU Online Jatim: Bakat Menulis itu Dibentuk, Bukan Dilahirkan

Pemimpin Redaksi NU Online Jatim: Bakat Menulis itu Dibentuk, Bukan Dilahirkan
Syaifullah (kiri) saat Pelatihan Jurnalistik NU Online Jatim. (Foto: NOJ/sav)
Syaifullah (kiri) saat Pelatihan Jurnalistik NU Online Jatim. (Foto: NOJ/sav)

Surabaya, NU Online Jatim

Keahlian seseorang dalam hal tertentu seringkali disamakan dengan bakat. Keahlian tersebut meliputi menulis, menari, menyanyi dan lain sebagainya. Perihal menulis, tak sedikit orang beranggapan bahwa menulis adalah bakat bawaan sejak lahir dari seseorang.

 

Namun, persepsi tersebut dipatahkan oleh Syaifullah, Pemimpin Redaksi NU Online Jatim. Menurutnya, keahlian menulis adalah bakat yang dibentuk bukan dilahirkan.


"Keahlian menulis itu dibentuk, bukan bakat," katanya pada Ahad (29/11/2020) dalam Pelatihan Jurnalistik NU Online Jatim. 

 

Perihal menulis, Pria lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut mengungkapkan bahwa dengan kecanggihan teknologi utamanya media sosial justru mempermudah untuk membentuk keahlian menulis. Tak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 yang membatasi hampir di semua hal terutama dalam berinteraksi sosial, justru memberikan peluang tersendiri dalam menggali data maupun melakukan wawancara.


"Saat ini sudah ada aplikasi whatsapp maupun melalui telepon untuk menggali data ataupun mewawancarai narasumber, tak perlu datang ke lokasi. Apalagi dengan kondisi pandemi yang serba dibatasi seperti ini, harusnya lebih dimudahkan lagi. Jadi, sudah sangat mudah untuk menulis," jelasnya.

 

Dirinya juga memberikan wejangan dalam menulis, bahwa menulis itu tidak sesulit yang dibayangkan.

 

"Dalam menulis, tidak perlu repot-repot. Menulis saja, tulis apapun yang ingin ditulis, mengalir, selesai, diperbaiki," ungkapnya.

 

Pria kelahiran Probolinggo ini mengimbuhkan jika semua memiliki potensi untuk menulis. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menulis.

 

"Setiap orang bisa menulis. Tidak ada alasan untuk tidak menulis," pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru