• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Upacara Hasta Pora Banser Warnai Resepsi Pernikahan Putri Kiai di Sidoarjo

Upacara Hasta Pora Banser Warnai Resepsi Pernikahan Putri Kiai di Sidoarjo
Hasta Pora Banser Satkoryon Sukodono dalam acara resepsi pernikahan puteri kedua almarhum KH Ainul Yaqin, di Dusun Peterongan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jum'at (25/12/12). (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).
Hasta Pora Banser Satkoryon Sukodono dalam acara resepsi pernikahan puteri kedua almarhum KH Ainul Yaqin, di Dusun Peterongan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jum'at (25/12/12). (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ada pemandangan yang berbeda dalam salah satu acara resepsi pernikahan di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Yakni, pada resepsi pernikahan Nur Fitri Rohmatul Wahdah, putri kedua almarhum KH Ainul Yaqin yang diwarnai Upacara Hasta Pora Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di kediamannya, tepatnya di Dusun Peterongan, Desa Masangankulon, Kecamatan Sukodono, Jum’at (25/12/2020).

 

Almarhum KH Ainul Yaqin yang telah meninggal dunia beberapa bulan lalu, adalah pembina Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor (RA) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sukodono. Almarhum yang juga masih tercatat sebagai Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukodono tersebut, sudah beberapa tahun ini hingga akhir hayatnya rutin mengisi kajian Aswaja MDS Rijalul Ansor PAC GP Ansor Sukodono.

 

Sedangkan mempelai pria yakni M Agus Yusuf, adalah putra KH M Muslim Syaifuddin, Pengasuh Pesantren Miftahul Huda, Wonosobo, Jawa Tengah. Upacara tersebut diikuti oleh 15 anggota Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Sukodono dan dipimpin Ketua PAC GP Ansor Sukodono H Abdul Muntholib dan Kepala Satkoryon (Kasatkoryon) Banser Sukodono M Syadid selaku komandan upacara.

 

Ketua PAC GP Ansor Sukodono H Abdul Muntholib saat ditemui NU Online Jatim usai acara menjelaskan, tujuan dilaksanakannya Upacara Hasta Pora Banser tersebut adalah sebagai bentuk penghormatan keluarga besar PAC GP Ansor Sukodono kepada keluarga almarhum KH Ainul Yaqin sekaligus mempelai berdua yang akan mengarungi bahtera rumah tangga.

 

“Selain itu juga untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus sebagai wujud soliditas di dalam tubuh keluarga besar PAC GP Ansor Sukodono.  Tentunya juga sebagai penghormatan dan kebanggaan bagi keluarga baru Ansor-Banser Sukodono,” jelasnya.

 

Lebih lanjut H Tholib berharap kepada mempelai berdua agar saling mendukung satu sama lain antara suami dan istri dalam mengikuti agenda kegiatan di dalam organisasi GP Ansor.

 

“Mempelai berdua juga harus saling meng-uwongkan uwong (meng-orangkan orang) dalam berkeluarga. Sehingga dalam mengarungi bahtera keluarga bisa berjalan dengan baik. Keluarga besar PAC GP Ansor Sukodono mendoakan semoga menjadi keluarga yang Samawa,” tuturnya.

 

Hal senada juga disampaikan Kasatkoryon Sukodono M Syadid, bahwa tujuan digelarnya Upacara Hasta Pora Banser ini untuk memperkokoh dan meningkatkan soliditas anggota Banser Satkoryon Sukodono dalam berorganisasi.

 

“Disamping itu juga melaksanakan wasiat almaghfurlah KH Ainul Yaqin selaku pengasuh kajian Aswaja MDS RA PAC GP Ansor Sukodono yang ingin mengadakan Upacara Hasta Pora Banser saat resepsi pernikahan putri keduanya,” tegas Syadid.

 

Ia menambahkan, pasukan Hasta Pora Banser Satkoryon Sukodono juga sebagai implementasi dari kegiatan latihan rutin PBB yang dilaksanakan setiap seminggu sekali.

 

Sementara itu, terkait Pengamanan (PAM) Natal dan tahun baru, Ia mengungkapkan bahwa Satkoryon Banser Sukodono turut berpatisipasi menjaga rumah ibadah umat Kristiani yang ada di kawasan Kecamatan Sukodono.

 

“Alhamdulillah sesuai dengan surat permintaan Kapolresta Sidoarjo terkait PAM Nataru 2020, Satkoryon Banser Sukodono turut partisipasi dalam giat PAM di GKI Sarfat Pademonegoro. Kami melaksanakan PAM selama misa Natal tadi pagi dan persiapan misa tadi malam serta tetap berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Sukodono,” ungkapnya.

 

 

Dirinya mengajak semua kader Ansor-Banser untuk meneladani kiprah serta pengorbanan almarhum sahabat Riyanto yang telah rela berjuang jiwa dan raga demi kemanusiaan.

 

“Meskipun usianya masih dan berasal dari keluarga sederhana, tapi almarhum Riyanto memilik jiwa sosial yang luar biasa. Ia rela berkorban jiwa dan raga bahkan nyawanya, demi umat manusia. Walaupun berbeda keyakinan, agar terhindar dari bencana yakni bom,” pungkasnya.

 

Edito: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru