• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Pantura

Wingko Babat Pesantren Darul Fiqhi Lamongan Raih Penghargaan OPOP

Wingko Babat Pesantren Darul Fiqhi Lamongan Raih Penghargaan OPOP
Dua santriwati Pesantren Darfiq saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim.
Dua santriwati Pesantren Darfiq saat menerima penghargaan dari Gubernur Jatim.

Lamongan, NU Online Jatim
Prestasi membanggakan diukir dua santriwati Pondok Pesantren Darul Fiqhi (Darfiq) Deket, Kabupaten Lamongan. Karena berhasil mengolah wingko isi dan wingko toping. Produk itu diikutkan dalam ajang One Pesantren One Product (OPOP) dan berhasil meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Kepastian tersebut diperoleh pada acara yang digelar bareng apel peringatan Hari Santri 2021 di lapangan Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (22/10).

 

“Dua santriwati Pesantren Darfiq yang inovatif itu adalah Siti Marfuah dan Siti Mastika,” kata Lukman Hakim atau Gus Lukman selaku perwakilan pesantren. 

 

Dikemukakan bahwa dua santriwati dari Pesantren Darfiq memenangkan lomba tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Timur tersebut.

 

“Mulanya dua santri itu memang sudah terbiasa membantu pondok di bagian memasak buat santri dan dari kebiasaan tersebutlah ada inisiatif untuk mencoba membuat makanan khas lokal bumi Lamongan yaitu wingko Babat yang dikemas ada si di dalam wingkonya,” jelasnya.

 

Dikemukakan bahwa sudah sepatutnya tidak menutup diri dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Bahwa santri sekarang dituntut tidak hanya bisa mengaji, tapi dapat mengimbangi pola situasi zaman.

 

“Maka dari itu inovasi dan produktivitas seseorang santri harus ditingkatkan, selagi masih dalam proses pembelajaran di pondok pesantren karena insyaallah semua ada berkahnya,” jelasnya kepada NU Online Jatim.

 

Di kesempatan berbeda, Siti Mastika selaku juara mengemukakan bahwa santri harus kreatif dan inovatif.

 

"Kita itu santri, jadi harus produktif dan kreatif inovatif dalam berbisnis, dan sebagainya. Tidak hanya bisa mengaji, tapi juga kreatif," ucapnya.

 

Dirinya menambahkan bahwa sukses yang diraih santri juga memiliki nilai lebih. Karena diu balik itu semua ada berkah dari kiai dan guru sehingga dapat mengantarkan kepada kesuksesan.

 

Penulis: M Idris Muzaki 


Editor:

Pantura Terbaru