• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 29 Januari 2023

Pendidikan

Tim Riset Unisma Kembangkan Teknologi Probiotik Enkapsulasi untuk Unggas

Tim Riset Unisma Kembangkan Teknologi Probiotik Enkapsulasi untuk Unggas
Proses penelitian probiotik enkapsulasi untuk unggas. (Foto: NOJ/humas)
Proses penelitian probiotik enkapsulasi untuk unggas. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Tim riset Universitas Islam Malang (Unisma) yang terdiri dari Dr Ir Umi Kalsum dan Dr Sumartono telah mendapatkan hibah dari RistekBRIN selama tiga tahun untuk Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Judul yang diangkat oleh tim riset Unisma adalah ‘Implementasi dan Peningkatan Mutu Probiotik Enkapsulapsi sebagai Aditif Pakan Unggas Siap Industrialisasi’.

 

“Penelitian ini sudah berlangsung sejak tahun 2007 lalu yang diawali dari riset dasar dengan melakukan isolasi bakteri dari usus halus burung puyuh yang berhasil mendapatkan dua spesies bakteri asam laktat yaitu Laktobasilus fermentum dan Laktobasilus salivarius,” kata Dr Umi, Ketua Tim Riset Unisma, Kamis (07/01/2021).

 

Dr Umi mengungkapkan bahwa dari riset dasar tersebut kemudian penelitian dilanjutkan sampai menghasilkan suatu probiotik yang tahan terhadap garam empedu maupun terhadap asam lambung.

 

“Sehingga dimungkinkan bahwa bakteri tersebut berupa probiotik yang tetap hidup hingga di usus halus burung puyuh,” ungkapnya.

 

Dari riset tersebut, tim riset Unisma telah berhasil meneliti tentang probiotik enkapsulasi dan mendapatkan validasi di tingkat laboratorium.

 

“Beberapa perusahaan peternakan telah bersedia menjadi mitra untuk uji coba produk probiotik enkapsulasi hasil riset PTUPT tersebut di lingkungan perusahaannya,” terangnya.

 

Salah satu uji coba pada ternak puyuh di CV Mitra Mandiri menghasilkan bobot telur yang lebih besar.

 

“Pemberian probiotik enkapsulasi ini ternyata menghasilkan bobot telur yang lebih besar dibandingkan tanpa pemberian probiotik. Disamping itu dari perhitungan secara ekonomis maka penggunaan probiotik enkapsulasi ini akan meningkatkan produksi telur puyuh, sehingga otomatis pendapatan peternak juga akan semakin meningkat,” jelasnya.

 

Diharapkan produk probiotik enkapsulasi tersebut bisa menjadi solusi dari masalah keamanan pangan.

 

“Produk probiotik enkapsulasi tersebut merupakan salah satu solusi terhadap permasalahan keamanan pangan sehubungan dengan adanya informasi tentang residu antibiotik pada produk unggas yang menyebabkan efek buruk bagi ternak maupun konsumen,” pungkasnya.


Pendidikan Terbaru