• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 26 November 2022

Pendidikan

Unisma Gelar Konferensi Nasional Life Science dan Teknologi 2020

Unisma Gelar Konferensi Nasional Life Science dan Teknologi 2020
Konferensi Nasional Life Science dan Teknologi 2020. (Foto: NOJ/humas)
Konferensi Nasional Life Science dan Teknologi 2020. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (Unisma) dalam acara Konferensi Nasional Life Science dan Teknologi (KNaLSTech) 2020. Acara yang bertema 'Rekayasa Sumber Daya Alam untuk Kemaslahatan Umat Manusia Melalui Pembangunan Berkelanjutan di Berbagai Sektor' digelar pada Kamis (10/12/2020). Rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri, M. Si. hadir untuk membuka acara yang digelar secara virtual ini.

 

Materi pertama disampaikan oleh Prof Sutiman yang dikenal sebagai pakar di bidang Biologi Sel Universitas Brawijaya. Dirinya memaparkan penerapan bioorganik dan ilmu nano dalam saintifikasi jamu. Dimana pemanfaatan tumbuhan lokal sebagai pengobatan melalui jamu.

 

“Jamu sering dinilai mempunyai nilai ilmiah yg rendah. Sehingga perlu upaya saintifikasi jamu dengan mengkaji senyawa bioaktif yang akan menghasilkan simpulan yang parsial karena bukan lagi bicara jamu, melainkan sebagai obat,” katanya.

 

Selanjutnya, materi kedua membahas tentang aplikasi rekayasa genetik dapat menghasilkan produk industri dan sebagai upaya pengembangan usaha masyarakat, yang disampaikan oleh Prof Budi Setiayadi Daryono.

 

“Peran rekayasa genetik yang dikaji oleh pakar sedang berusaha membangun kajian biologi sintetik dengan merancang desain robot berdasarkan karakteristik dan anatomi hewan,” ungkapnya.

 

Sedangkan, narasumber terakhir Prof Zuchra, membahas tentang pembangunan berkelanjutan melalui biodiesel. Dirinya menyampaikan bahwa minyak kelapa bisa dijadikan produk biodiesel yang baik karena memiliki angka cetane yang tinggi, namun masih memiliki titik leleh yang tinggi.

 

“Sehingga dari kelemahan tersebut, dibutuhkan pengembangan untuk meningkatkan produk biodiesel yang dihasilkan,” ujarnya.


Pendidikan Terbaru