• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Kediri Raya

Pengalaman Berharga Rukyatul Hilal di Bukit Puncak Pelangi Blitar

Pengalaman Berharga Rukyatul Hilal di Bukit Puncak Pelangi Blitar
Mahasiswa HKI UNU Blitar praktik melihat hilal di Bukit Puncak Pelangi, Blitar. (Foto: NOJ/Ika NF)
Mahasiswa HKI UNU Blitar praktik melihat hilal di Bukit Puncak Pelangi, Blitar. (Foto: NOJ/Ika NF)

Blitar, NU Online Jatim

Ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa tidak semata diperoleh di bangku kuliah. Yang juga penting adalah praktik di lapangan. Apalagi memang berhubungan dengan mata kuliah dan keahlian yang nantinya harus dikuasai.  

 

Hal itu juga yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Mereka ikut serta dalam kegiatan rukyatul hilal yang bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Blitar.

 

Kegiatan berlangsung di Bukit Puncak Pelangi, Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Selasa (11/05/2021). 


 

Puji Wianto selaku Wakil Rektor UNU Blitar menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kontribusi kampus. Terutama Himaprodi HKI dalam momen yang penting bagi umat Islam yaitu penentuan 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri.

 

“Kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu mata kuliah yang ada di Prodi HKI,” katanya.

 

Karenanya, UNU Blitar yang merupakan salah satu bagian dari NU sangat mendukung adanya kegiatan ini.

 

“Ini merupakan bukti empiris dari sabda rasul, bahwasannya dalam menentukan tanggal masuknya bulan Syawal perlu rukyatul hilal dan alhamdulillah Prodi HKI UNU Blitar dapat berkontribusi,” katanya kepada NU Online Jatim.


 

Sementara Syamsul Hadi, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar mengungkapkan bahwa hasil rukyatul hilal di Blitar tidak berhasil terlihat. Hal tersebut lantaran hilal masih di bawah ufuk dan cuaca mendung.

 

“Karena hilal masih di bawah ufuk dan cuaca yang mendung, maka hilal tidak bisa teramati,” katanya.  

 

Sekadar diketahui, untuk bisa sampai ke lokasi rukyatul hilal, peserta harus melewati jalan menanjak dengan kemiringan tajam dan jalanan masih berbatu. Namun hal itu tidak mengurangi semangat mereka untuk sampai di lokasi.

 

Para peserta dan petugas rukyatul hilal akhirnya berbaur dengan peserta dari daerah lain. Mereka antara lain dari PC LFNU Tulungagung, UIN Walisongo Semarang dan beberapa pondok pesantren di Blitar.

 

Editor: Syaifullah

 

 


Editor:

Kediri Raya Terbaru