• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Maret 2024

Keislaman

Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab, Berikut Tata Cara Membacanya

Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab, Berikut Tata Cara Membacanya
Ilustrasi amalan Jumat terakhir bulan Rajab. (Foto: NOJ/ ISt)
Ilustrasi amalan Jumat terakhir bulan Rajab. (Foto: NOJ/ ISt)

Bulan Rajab 1445 Hijriyah telah memasuki pekan terakhir. Di kalangan Nahdliyin, pada Jumat terakhir bulan Rajab dikenal ada sebuah amalan yang dianjurkan dibaca agar uang tak kunjung habis sepanjang tahun sebagaimana riwayat ulama. Di tahun 2024 ini Jumat terakhir bulan Rajab terjadi pada 9 Februari 2024 besok.

 

Ihwal ini sempat disinggung oleh Gus Iqdam dalam ceramahnya yang banyak digandrungi jamaah kalangan milenial. Sosok bernama lengkap Gus Muhammad Iqdam Kholid asal Blitar itu bahkan menceritakan pengalamannya dalam mengamalkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab.

 

Gus Iqdam mengaku tahun lalu dirinya pernah mengamalkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab itu. Karena itu, ia juga menganjurkan jamaahnya mengamalkan amalan ini tahun ini. “Wes ngolek ono tenan nang tanggalan mu, Jumat akhir nang Bulan Rajab (Sudah carilah dengan benar di kalendermu hari Jumat terakhir di bulan Rajab),” kata Gus Iqdam kala itu.

 

Banyak habib dan kiai juga mengijazahkan amalan Jumat terakhir bulan Rajab ini. Materi ini juga berdasarkan ijazah dari sulthanul ulama dari Yaman, almukarram Al-Syekh al-Habib Salim bin Abdullah al-Syathiri saat berkunjung ke Indonesia.

 

Berikut ini amalannya:

 

أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ 

 

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh

 

Artinya: Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.

 

Tata Cara dan Keistimewaannya

Amalan tersebut dibaca saat khatib duduk di antara khutbah pertama dan kedua. Amalan ini dibaca sebanyak 35 kali.

 

Di antara keistimewaan atau keutamaan membaca amalan ini adalah agar di sepanjang tahun uang di tangan kita tidak habis untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Amalan ini telah banyak orang yang mencobanya dan berhasil.

 

Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menulis keterangan dari gurunya, Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut:

 

فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ

 

Artinya: Faedah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil. (Al-Habib Ali bin Hasan Baharun, Al-Fawaid al-Mukhtarah, halaman:  445)

 

Demikian amalan di Jumat terakhir bulan Rajab yang telah dijelaskan secara rinci mulai dari lafal bacaan, tata cara membacanya, hingga keutamaan atau keistimewaannya. Sering disampaikan para masyayikh bahwa amalan apapun tujuan utamanya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan diniatkan mengikuti jejak ulama terdahulu. Semoga bermanfaat.


Keislaman Terbaru