• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 7 Februari 2023

Khutbah

Khutbah Jumat Bulan Jumadal Ula: Tetap Optimis di Tengah Beragamnya Musibah

Khutbah Jumat Bulan Jumadal Ula: Tetap Optimis di Tengah Beragamnya Musibah
Banser mengamankan barang milik warga akibat erupsi gunung Semeru di Lumajang. (Foto: NOJ/LAZISNU Lumajang)
Banser mengamankan barang milik warga akibat erupsi gunung Semeru di Lumajang. (Foto: NOJ/LAZISNU Lumajang)

Hal yang masih kerap terjadi di negeri ini adalah beragam musibah yang disebabkan oleh alam. Sejumlah kawasan ditimpa gempa, banjir, tanah longsor dan lainnya akibat kurang memperhatikan kondisi alam, maupun lantaran faktor alamiah.

Dalam kondisi seperti ini, umat Islam utamanya Nahdliyin diharapkan tetap menjaga optimisme dan rasa percaya diri dalam menatap masa depan. Bahwa badai akan segera berakhir, dan cobaan berujung kebahagiaan.

Naskah khutbah ini juga bisa digunakan sebagai bahan saat kajian keagamaan singkat. Karenanya, silakan naskah yang ada untuk diprint maupun file-nya disebar ke sejumlah pihak segala ikhtiar menambah kebaikan. (Redaksi)


اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك


وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً


اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن


أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Jamaah Jumat yang Berbahagia
Sebagai pengantar khutbah Jumat di siang hari yang penuh kunia ini, khatib mengajak jamaah sekalian, serta diri khatib pribadi untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Tidak semata mengatakan bahwa diri bertakwa, melainkan berupaya melaksanakan segala perintah dan menjauhi yang dilarangan Allah SWT. Dengan rasa takwa yang dipelihara wujudnya dalam diri dan perilaku kita, niscaya Allah berikan kemudahan dan jalan keluar di setiap permasalahan hidup yang menimpa. Bahkan Allah juga berjanji akan datangkan rezeki yang tidak pernah disangka-sangka. 


Hadirin yang Mulia
Akhir-akhir ini kita banyak mendengar, bahkan mengalami langsung bencana dan fenomena alam. Gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu cukup menimbulkan kekhawatiran dalam diri kita. Korban-korban akibat gempa bumi insya Allah wafat husnul khatimah dan Allah tempatkan di tempat yang tertinggi di sisi-Nya. Pada saat yang tidak lama, saudara kita di Lumajang kembali dilanda erupsi gunung Semeru. Belum lagi banjir, tanah longsor, hujan yang menimbulkan genangan maupun kerusakan rumah dan fasilitas umum.


Dalam suasana seperti ini sudah sepatutnya kita mengulurkan bantuan kepada saudara yang tertimpa musibah, baik berupa tenaga maupun harta benda. Kendati sejatinya kita tidak saling mengenal, namun pada hakikatnya kita semua adalah saudara, saudara dalam agama, saudara dalam bernegara, juga saudara dalam kemanusiaan. Rasulullah SAW pernah bersabda: Orang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, satu sama lainnya saling menguatkan. 


Hadirin yang Dirahmati Allah
Selain memberikan bantuan berupa tenaga dan harta, kita juga perlu berdoa untuk saudara-saudara kita agar diberikan kekuatan dan kesabaran terhadap musibah yang menimpa mereka. Sifat sabar sangat penting eksistensinya dalam diri seorang mukmin. Tanpa rasa sabar, seseorang yang tertimpa musibah tidak akan segan-segan mengutuk atau menyalahkan takdir Allah yang telah ditetapkan, kendati rasa kehilangan yang menusuk dalam hati hingga menimbulkan kesedihan yang mendalam adalah manusiawi. 


Jamaah Jumat yang Mulia 
Sifat sabar dalam menghadapi musibah merupakan cerminan dari ketulusan hati seorang mukmin dalam menghamba kepada Allah SWT. Pasalnya apabila seorang hamba sudah benar-benar ikhlas dan ridla terhadap segala ketentuan yang telah ditakdirkan oleh Allah, maka baik dan buruknya akan diterima dengan kesabaran dan kesadaran bahwa semua yang menimpanya merupakan suratan takdir. Hal ini pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda: 


  عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه-، عن النبي -صلى الله عليه وسلم- أنّه قال: (ما يُصِيبُ المُؤْمِنَ مِن وصَبٍ، ولا نَصَبٍ، ولا سَقَمٍ، ولا حَزَنٍ حتَّى الهَمِّ يُهَمُّهُ، إلَّا كُفِّرَ به مِن سَيِّئاتِهِ). رواه مسلم


Artinya: Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya. (Hadits riwayat Imam Muslim) 

 

Jamaah yang Berbahagia
Dari hadits yang dibacakan tadi, kita dapat mengambil faedah bahwa kesabaran seorang mukmin terhadap setiap sesuatu yang tidak menyenangkan yang menimpanya akan diberikan ganjaran oleh Allah SWT, dengan ganjaran berupa dihapusnya dosa-dosa kita.  Dengan adanya jaminan tersebut, perlu kita sadari bahwa setiap hal yang buruk dalam kacamata manusia, belum tentu buruk di sisi Allah. Akan ada konsekuensi dan balasan terhadap musibah yang kita alami, maka perlu sekali kita berlatih untuk meringankan risau kita akan nasib yang menimpa. 


Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: 


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ


Artinya: Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya cobaan. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai sebuah kaum, niscaya akan memberikan cobaan kepada mereka. Maka siapa pun yang ridla, maka Allah akan ridla kepadanya. Dan siapa pun yang tidak ridla, maka Allah pun tidak akan ridla kepadanya. (Hadits riwayat Imam al-Tirmidzi) 


Jamaah Jumat Rahimakulullah
Meskipun memberikan cobaan, Allah tidak akan memberatkan kita dengan ujian yang melampaui batas kemampuan. Hal tersebut Allah sebut dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 286: 


 لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ


Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS Al-Baqarah: 286)

 


Naskah diambil dariKhutbah Jumat: Menumbuhkan Rasa Sabar saat Ditimpa Musibah

 

Dari ayat tersebut, yakinlah bahwa ujian berupa musibah yang menimpa seorang mukmin tidak akan melewati kesanggupannya. Oleh sebab itu, tetaplah optimis bahwa pertolongan akan datang kepada kita di kala kesulitan dan musibah menghampiri kita. Tetaplah menjadi pribadi yang bijaksana meski ujian terasa berat, ingat selalu bahwa Allah bersama kita dalam keadaan apa pun. Rahmat Allah Subhanahu Wa Taala akan selalu tercurah kepada kita, sebab sungguh Dia Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 


 بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khutbah II

 

 الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ  ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ


اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ


اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ


عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


Khutbah Terbaru