• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Khutbah

Khutbah Jumat Bulan Safar: Kenaikan BBM Momentum Membantu Sesama

Khutbah Jumat Bulan Safar: Kenaikan BBM Momentum Membantu Sesama
Seiring dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, maka sudah selayaknya umat Islam dan masyarakat untuk membantu sesama. (Foto: NOJ/LKj)
Seiring dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, maka sudah selayaknya umat Islam dan masyarakat untuk membantu sesama. (Foto: NOJ/LKj)

Materi khutbah Jumat ini menyadarkan kita untuk terus memupuk kepedulian kepada sesama. Apalagi saat ini pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi. Dengan demikian, beban masyarakat semakin berat.

Kepedulian sosial menjadi kekuatan penting bagi umat Islam, termasuk bangsa ini agar bisa membantu kalangan lain yang membutuhkan. Karena pada hakikatnya, yang bisa memberikan harapan kepada kalangan lain utamanya masyarakat kelas bawah adalah warga sekitar.

Naskah khutbah Jumat ini bisa digandakan untuk dibagi di sejumlah lokasi. Demikian pula dapat disebar di banyak media sebagai sarana menebar kebaikan di muka bumi. (Redaksi) 

 

Khutbah I


   الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ


وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ


وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ


أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

 

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah
Jumat ini adalah hari istimewa, karenanya khatib menyeru kepada jamaah untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan semaksimal mungkin. Takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah Subhânahu Wa Ta’âla dan menjalankan perintah-Nya. Karena dengan ketakwaan, setiap persoalan hidup yang kita alami akan ada jalan keluarnya dan akan ada pula rezeki yang datang kepada kita tanpa disangka-sangka. Hal tersebut sebagaimana janji Allah SWT dalam kitab suci Al-Qur’an.


Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah
Ketika awal kita ada di dunia ini, kita membutuhkan seseorang yang menjadi perantara kelahiran, yaitu ibu kita. Saat itu, kita membutuhkan seorang bidan yang mengeluarkan dari perut ibu sejak kecil hingga tumbuh dewasa kita membutuhkan orang tua. Ketika kesulitan dan memiliki hajat, kita membutuhkan tetangga dan warga di sekeliling, demikian pula saat punya problem kehidupan, membutuhkan seorang pendengar, hingga ketika ajal menjemput, membutuhkan orang yang menguburkan.   


Dari sini, tandanya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, mereka saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, pesan yang ditanamkan sejak kecil hingga dewasa adalah jangan bosan-bosan menolong orang lain yang membutuhkan. 


Jamaah yang Berbahagia
Islam adalah agama yang sangat menganjurkan umatnya untuk saling tolong menolong dan merekatkan tali persaudaraan. Tolong menolong dan bantu membantu di sini tidak terikat oleh apa pun. Bantulah dengan tulus siapa saja orangnya, baik orang kaya maupun orang miskin, orang berpendidikan tinggi maupun yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali. Bahkan baik Islam maupun non-Islam, selama itu dalam ranah sosial dan kebaikan, maka tidak ada salahnya kita membantu mereka. Karena bagaimana pun mereka adalah saudara dalam kemanusiaan. Kecuali, jika bantu membantu yang dimaksud adalah hal kejahatan dan keburukan, maka Islam melarang hal ini.   


Allah subhânahu Wa Ta’âla menegaskan hal ini dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 2: 


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.   


Jamaah yang Dirahmati Allah
Sungguh menolong orang lain, khususnya yang sedang kesulitan memiliki banyak manfaat. Baik bagi diri sendiri maupun orang yang kita tolong. Bahkan kondisi masyarakat pun akan mendapatkan manfaat dari sikap dan perbuatan baik ini.   


Dengan menolong orang muslim yang sedang membutuhkan pertolongan, maka kita telah mencerminkan pesan persaudaraan yang ditamsilkan oleh Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim sebagai berikut: 


   مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى


Artinya: Orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (ikut merasakan sakitnya).   


Lebih tegas terkait keutamaan menolong sesama Muslim, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis riwayat Imam Muslim sebagai berikut: 


   مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ


Artinya: Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allâh akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.   


Jamaah yang Dirahmati Allah
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan umatnya untuk menolong orang yang dizalimi bahkan orang yang ingin berbuat zalim juga. Dalam hadits Nabi disebutkan: 


   انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا


Artinya: Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat zalim atau ketika dia dizalimi.   


Dalam hadis yang disebutkan tadi, mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana mungkin kita menolong orang zalim padahal Allah telah melarang bantu membantu dalam hal keburukan. Hal ini pun pernah ditanyakan juga para sahabat, Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam pun menjawab: 


   تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ


Artinya: Pegang tangannya (tahan ia dari perbuatan zalim).   


Maasyiral Muslimin Rahimakumullah
Dari hadits-hadits di atas, kiranya dapat menjadi pelajaran bagi kita agar bermurah hati menolong sesama muslim karena mereka adalah saudara kita. Pun tanpa menafikan kita juga harus menolong siapa saja orang-orang sekitar yang sedang dalam kesulitan. Gus Dur berpesan:  Tidak penting apa agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang. Orang tidak akan pernah tanya apa agamamu.


Apalagi dengan telah diputuskannya kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah, akan kian berat pula beban masyarakat. Orang sekitar yakni saudara, tetangga dan teman adalah pihak yang hendaknya kita perhatikan agar mereka dapat bertahan hidup dengan layak. Bantuan berupa perhatian dan solusi bagi kesulitan yang dihadapi sangat mendesak untuk diberikan. Dengan demikian, mereka yang terbebani dengan kenaikan harga BBM dan kian melambungkan harga sejumlah barang akan bisa bertahan. Karena, siapa lagi yang akan memberikan perhatian dan bantuan kepada kalangan di sekitar selain kita sendiri. 

 


Sekecil apapun bantuan dan perhatian yang kita berikan tentu saja akan sangat berpengaruh bagi mereka, khususnya kalangan dhuafa dan mustadhafin. Pada saat yang sama, kita besarkan hati mereka bahwa keadanaan negeri ini akan semakin baik dan terus berupaya agar dapat bertahan hidup. Dan mudah-mudahan, apa yang kita berikan menjadi jariyah kebaikan yang kelak dapat dipetik manfaatnya saat menghadap Allah SWT. 

 

 بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 


Khutbah II

 

  الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ. أَشْهَدُ أنْ لَآ إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ


. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ


اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ  اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ


عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر


Khutbah Terbaru