• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 5 Desember 2022

Metropolis

Ketua LPNU Jatim: Pemerintah Jangan Andalkan BLT Usai Naikkan Harga BBM

Ketua LPNU Jatim: Pemerintah Jangan Andalkan BLT Usai Naikkan Harga BBM
SPBU tempat pengisian BBM. Foto: Kompas.com
SPBU tempat pengisian BBM. Foto: Kompas.com

Surabaya, NU Online Jatim

Pemerintah Indonesia resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite, Sabtu (03/09/2022). Fauzi Priambodo, Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jawa Timur mengingatkan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk membantu masyarakat terdapak kenaikan harga BBM.


Selain itu, ia jugamenilai bahwa kenaikan harga BBM ini berdampak pada melonjaknya harga barang atau jasa secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu, sehingga daya beli masyarakat terhadap barang atau jasa menjadi menurun.


Fauzi mengatakan, pemerintah memang beranggapan bawha menaikkan harga BBM sangat tepat karena berpengaruh pada kenaikan subsidi tahun 2023.


“Saya coba mulai dari sudut pandang yang berbeda, menurut Pemerintah langkah ini dianggap paling tepat karena berpengaruh pada kenaikan subsidi tahun 2023,” ujarnya.


Menurut Fauzi, jika kebijakan pemerintah ini benar-benar memihak pada kepentingan umat boleh dilakukan asalkan memperhatikan dampak pasca kenaikan harga BBM. Selain itu, pemerintah sebaiknya tidak hanya fokus pada BLT yang sifatnya sementara.


“Pemerintah seharusnya tidak hanya memperhatikan BLT yang sifatnya sementara saja, tetapi perlu diperhatikan juga sustainability perekonomian masyarakat Indonesia,” tambahnya.


Fauzi, mengingatkan bahwa ada dampak besar ekonomi yang mengintai masyarakat menengah ke bawah saat BBM bersubsidi naik. Dampak besar tersebut adalah adanya kenaikan harga barang atau jasa secara terus menerus yang mengakibatkan berkurangnya daya beli masyarakat terhadap suatu barang tersebut.


“Dampak ekonomis kami prediksi daya beli masyarakat akan turun,” ujarnya.


Ia meyarankan agar pemerintah segera menjalankan kebijakan-kebijakan di beberapa sektor perekonomian yang lebih riil dan berkelanjutan demi menekan laju inflasi.


Seperti membantu pelaku usaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk tetap umbuh dan berkembang. Sebab, UMKM menjadi pilar kekuatan perekonomian Nasional.


“Sebaiknya pemerintah juga segera menjalankan kebijakan pada sektor pertanian, demi menekan laju inflasi,” tandasnya.


Penulis: Wildanil Mubarok


Editor:

Metropolis Terbaru