Metropolis

Saksikan, Lesbumi NU Jatim Bakal Gelar Pesta Puisi Kemerdekaan Besok

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 16:00 WIB

Saksikan, Lesbumi NU Jatim Bakal Gelar Pesta Puisi Kemerdekaan Besok

Flyer Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan oleh Lesbumi NU Jatim. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur bakal menggelar acara ‘Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan’. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jatim, Ahad (31/08/2025) sekira pukul 13.00 WIB.

 

Pada agenda ini sekaligus akan diluncurkan buku puisi berjudul ‘Pengantin Bulan Domba’ karya Didik Wahyudi. Ia Adalah seorang penyair yang juga dikenal aktif berteater lewat Teater Institut Surabaya dan menjadi sutradara produksi klip Museum Nahdlatul Ulama (NU).

 

Sejumlah penyair lain akan hadir, baik tingkat nasional maupun Jawa Timur, juga dipastikan hadir. Mereka adalah Mardi Luhung, Mashuri, Ribut Wijoto, Aji Ramdhan, Kiai Chalim Kohari, Muhammad Choiri, Haidar Hafiiz, dan lainnya.

 

Selain itu, Presiden Penyair Jawa Timur Aming Aminoedhin, Widodo Basuki, serta A Muttaqien, juga siap hadir dan memeriahkan acara yang terbuka untuk umum ini.

 

"Kami sengaja mengumpulkan para seniman dalam memeriahkan HUT ke-80 RI kita tercinta pada akhir bulan. Hal ini lazim bagi Nahdliyin, peringatan harlah misalnya, ya bisa berlangsung sebulan penuh," ujar Sekretaris Lesbumi NU Jatim, Ning Nabila Dewi Gayatri, dalam keterangannya, Jumat (29/08/2025).

 

Para seniman, terutama dari Lesbumi NU di sejumlah daerah pun bakal hadir. Di antaranya, dari Sidoarjo, Bangil, Jombang, Gresik, Surabaya, dan sebagainya.

 

"Sengaja kami rancang untuk memeriahkan tujuh belasan, namun tidak kehilangan hikmah dari kegiatan ini," kata Gus Wildan K Amrullah selaku panitia pelaksana sekaligus Bendahara Lesbumi NU Jatim.

 

Penyair dan Pesan Mbah Hasyim

Para seniman Lesbumi NU, banyak berkiprah di berbagai bidang dan berprestasi secara nasional. Mardi Lulung, misalnya, tinggal di Gresik sebagai guru dan karya-karyanya dikenal dalam konstelasi Sastra Indonesia secara nasional. Termasuk juga Mashuri, sebagai Penyair Nasional yang sehari-hari sebagai peneliti BRIN.

 

Bersama sejumlah penyair Nasional, Mardi Luhung belum lama ini tampil dalam acara di Museum Islam Indonesia KH M Hasyim Asy'ari, Tebuireng, Jombang. Pada acara itu, disaksikan pula KH Kikin A Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jatim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

 

"Saya memang tidak pernah nyantri di Tebuireng. Tapi, saya selalu rindu hadir di Tebuireng. Alhamdulillah, saya berkesempatan ziarah ke makam Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari," kesan Mardi Luhung.

 

Sebagai bagian dari Nahdliyin, Mardi Luhung mengingatkan warga NU agar masuk NU melalui pintu, tidak lewat jendela. Makna pintu yang ia analogikan ialah bergabung NU melalui sanad yang jelas.

 

"Dalam Qanun Asasi NU, Risalah Mbah Hasyim mengingatkan tentang ilmu agama yang bersanad itu. Jadi, tanpa sanad kita bisa masuk NU, tapi lewat jendela," pungkasnya.