• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Matraman

Lesbumi NU Jatim Minta Pemerintah Proaktif Rawat Reog Ponorogo

Lesbumi NU Jatim Minta Pemerintah Proaktif Rawat Reog Ponorogo
Ilustrasi pertunjukan Reog Ponorogo. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Ilustrasi pertunjukan Reog Ponorogo. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Trenggalek, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur, Nonot Sukrasmono atau Ki Nonot meminta agar pemerintah meningkatkan perannya dalam menjaga budaya dan kesenian lokal, khususnya Reog Ponorogo. Hal tersebut menyusul informasi yang santer beredar bahwa Malaysia hendak mengajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya.


“Pemerintah harus hadir memelihara dan memperjuangkan ke organisasi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dengan Reog Ponorogo ini,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Senin (11/04/2022).


Ki Nonot menjelaskan, salah satu peran yang bisa dilakukan oleh pemerintah ialah melakukan pendataan secara komprehensif terhadap budaya dan kesenian yang adiluhung tersebut.


"Kalau perlu diurus hak ciptanya, semua tentunya ya bertahap. Jangan hanya mengakui, tapi harus memfasilitasi dan ngopeni (merawat)," kata Ki Nonot.

 

Ia mengatakan cukup lucu bila Reog Ponorogo diklaim Malaysia. Meski kedua negara ini satu rumpun dan bersebelahan, bukan berarti Malaysia dengan seenaknya mengklaim Reog Ponorogo sebagai miliknya meski di sana sudah lama berkembang.


“Karena bila dirunut lebih jauh, tetap lebih awal pembawa kesenian reog yang berasal dari Ponorogo,” tegasnya.


Disinggung soal pengkaderan kepada generasi muda dalam kesenian, Ki Nonot mempunyai gambaran solutif agar kesenian dan kebudayaan tetep eksis. Salah satunya, yakni dengan memberikan instruksi kepada kepala daerah untuk merawatnya di daerah masing-masing dan menggandeng pihak-pihak terkait.


“Ini tugas bersama walikota atau bupati, seniman, akademisi, masyarakat, sekolah maupun sanggar untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkannya. Termasuk upaya mempunyai lembaga mitra seperti Dewan Kesenian,” tandasnya.


Matraman Terbaru