Mahasiswa KKN UNU Blitar Ajak Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Rupiah
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Pransiska Anggraeni
Kontributor
Blitar, NU Online Jatim
Pengolahan sampah tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga menjadi peluang bisnis. Hal tersebut dilakukan Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberboto, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Mereka tidak hanya melakukan pengabdian masyarakat, tetapi juga berkreasi dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai daya jual tinggi.
Muhammad Tazaka Jazaal Aufa, Peserta KKN dari Program Studi Teknik Sipil memiliki gagasan memanfaatkan sampah yang menumpuk di sekitar rumah warga. Menurutnya, sampah yang dibiarkan menumpuk akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Maka munculah ide tersebut sebagai upaya dalam mementas penumpukan sampah serta menciptakan peluang kerja bagi warga setempat.
“Pemanfaatan limbah merupakan realisasi dari program unggulan kelompok kami yaitu menciptakan bank sampah, selain mampu mengurangi populasi lingkungan, kami berinovasi bagaimana agar sampah tersebut dapat menjadi peluang ekonomi baru,” ujarnya kepada NU Online Jatim, Jum’at (30/08/2025).
Tazaka, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa program unggulan dalam bentuk bank sampah bukan sekadar pengumpulan sampah kemudian selesai. Tahapan demi tahapan dilakukannya bersama peserta KKN lainnya. Mulai dari pengumpulan sampah, pemilahan hingga proses sterilisasi.
“Proses ini tentu saja memerlukan kesabaran dan ketelitian yang tinggi, untuk itu kami bersinergi bersama pemerintah serta masyarakat setempat, agar kegiatan ini dapat terealisasi sesuai dengan target, berdampak dan berkelanjutan,” terangnya
Dijelaskannya, semua jenis sampah dapat dijadikan produk berdaya jual. Diantaranya, sampah jenis plastik kemasan makanan dapat menghasilkan produk kerajinan tas anyam, selanjutnya sampah botol minuman dibuat vas bunga akrilik yang memukau.
“Selain sampah plastik, baju bekas atau kain perca dijadikan keset kaki, kami juga memanfaatkan sampah organik untuk dijadikan pupuk, melalui inovasi ini sampah yang dianggap tidak berguna disulap menjadi produk yang memukau,” jelasnya
Dirinya optimis, kreasi dan inovasi pemanfaatan limbah akan melindungi ekosistem yang ada. Selain itu, melalui tangan tangan kreatif, sampah akan membawa dampak ekonomi yang signifikan serta dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
Sementara itu, Nurul Hidayah, Peserta KKN Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) menyebutkan bahwa, program unggulan lainnya berupa karya seni batik berbahan dasar tumbuhan dan kain bekas. Selain bernilai ekonomis bahan yang diperlukan mudah didapatkan.
“Yang pertama ada batik ecoprint, dengan memanfaatkan kain bekas polos berwarna terang dan diaplikasikan dengan dedaunan dan bunga yang tumbuh di sekitar rumah warga, inovasi ini dapat dijadikan produk unggulan hingga maskot di desa setempat,” terangnya
Ia mengatakan, kreasi ramah lingkungan lainnya yaitu, batik cap pelepah pisang. Upaya terus dillakukan Nurul dan kawan-kawan dalam memberikan pelatihan keterampilan kepada siswa-siswi Sekolah Dasar serta masyarakat Desa Sumberboto.
“Oleh karenanya, kami berharap pelatihan tersebut dapat dikembangkan kembali dan terus berkelanjutan, karena dampak dari kegiatan tersebut sangat berpotensi menjadi mitra strategi Pembangunan serta motor perubahan sosial,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Merayakan Maulid Nabi, Meneladani 4 Sifat Rasulullah
2
Haul ke-44 Mbah Hamid Pasuruan, Berikut Rangkaian Acaranya
3
Solidaritas Ojol: Ribuan Pengemudi Iringi Pemakaman Affan yang Meninggal dalam Demo
4
PBNU Minta Maaf Telah Datangkan Peter Berkowitz: Khilaf dan Kurang Cermat
5
Yudisium Angkatan 2021, Fakultas Pertanian Unisda Bersama Mahasiswa RPL
6
Rais PCNU Sidoarjo Ajak Nahdliyin Lestarikan Tradisi Maulid Nabi
Terkini
Lihat Semua