• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Madura

Innalillahi, Kiai In’amullah Muhammad Aktivis LBMNU Sumenep Wafat

Innalillahi, Kiai In’amullah Muhammad Aktivis LBMNU Sumenep Wafat
Kiai In'amullah Muhammad, Sekretaris LBMNU Sumenep. (Foto: NOJ/Ist).
Kiai In'amullah Muhammad, Sekretaris LBMNU Sumenep. (Foto: NOJ/Ist).

Sumenep, NU Online Jatim

Kabar duka kembali tersiar di sejumlah grup WhatsApp Nahdliyin Sumenep, pasalnya aktivis bahtsul masail Kiai In'amullah Muhammad wafat, Rabu (11/08/2021), tepat pukul 07.50 WIB. Jenazah akan dikebumikan di Bunkandang, Ketawang Laok, Guluk-Guluk, Sumenep.

 

Ikhbar wafatnya alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini dibenarkan langsung oleh Kiai Ahmad Irfan AW selaku pencatat buku Silsilah Bani Abd Akhir Arongan. "Kabar tersebut benar. Almarhum divonis stroke," katanya.

 

Selanjutnya, Kiai Irfan menjelaskan urutan silsilah almarhum dari jalur kakeknya. Yakni, Kiai In'amullah Muhammad bin Kiai Muhammad bin Kiai Rofi'uddin bin Nyai Nafisah bin Nyai Maryam bin Nyai Nurillah bin Nyai Rabi'ah bin Kiai Abd Qorib bin Kiai Abd Akhir Arongan Ganding Sumenep.

 

“Jadi, almarhum ini merupakan generasi kedelapan," tutur Kiai muda Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini.

 

Kiai Irfan menambahkan, jika lewat jalur neneknya, yaitu Kiai In'amullah bin Kiai Muhammad bin Nyai Mas'udah bin Nyai Izzah bin Kiai Imam Karay bin Nyai Nurdina bin Nyai Rabi'ah bin Kiai Abd Qorib bin Kiai Abd Akhir Arongan.

 

"Kiai Abd Akhir Arongan sendiri yang dimakamkan di Ketawang Daleman Ganding memiliki putra bernama Kiai Abd Qorib yang dikenal Buju' Damar yang kuburannya ada di Dusun Damar, Pakamban Daya, Pragaan," imbuhnya.

 

Sementara itu, Aribuddin selaku teman kelas almarhum di Pascasarjana Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk mengutarakan, almarhum sangat aktif dan jadi panutan.

 

“Bahkan, almarhum dipilih menjadi ketua kelas dan menjadi media komunikasi antara mahasiswa dengan dosen,” terangnya.

 

Tidak hanya itu, almarhum merupakan sosok yang sangat aktif dalam kegiatan ke-NU-an. Bahkan, selain sebagai Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Sumenep, almarhum tercatat sebagai Katib Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk.

 

Aribuddin menceritakan, selama masih sehat, almarhum selalu memiliki gagasan unik, seperti mengadakan tasyakkuran atas kelulusan di semester 1 dengan melakukan Khatmil Qur'an di kuburan KH Muhammad Ilyas Syarqawi, dzurriyah pendiri Pesantren Annuqayah.

 

 

"Kenangan kami bersama almarhum saat membuat kaos dengan tulisan 'Pasca Aporah' sebagai kenang-kenangan terakhir kami. Semoga beliau tenang di alam sana dan amal baiknya diterima serta dosanya diampuni," tandasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Madura Terbaru