• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Madura

Muktamar Sastra Bakal Digelar di Ponpes Annuqayah

Muktamar Sastra Bakal Digelar di Ponpes Annuqayah
Penyair Raedu Basha saat acara Jurnal 9 akhir pekan, Sabtu (07/08/2021). (Foto: NOJ/ Abd Warits).
Penyair Raedu Basha saat acara Jurnal 9 akhir pekan, Sabtu (07/08/2021). (Foto: NOJ/ Abd Warits).

Sumenep, NU Online Jatim

Muktamar Sastra II direncanakan akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep pada akhir 2021 mendatang. Hingga kini, penanggungjawab kegiatan sedang mematangkan sejumlah persiapan.

 

Bahkan sudah dikomunikasikan dengan pihak pesantren Annuqayah terkait dengan kegiatan muktamar sastra ini.   

 

“Pesantren Annuqayah dianggap penting menjadi tuan rumah Muktamar Sastra II karena cukup jadi tolak ukur sastra pesantren di Indonesia. Ini bukan asumsi belaka, silakan baca buku saya, sastrawan santri,” kata Penyair sekaligus peneliti sastra, Badrus Shaleh.

 

Muktamar  Sastra yang dirintis oleh KH R Achmad Azaim Ibrahimy pada 18-20 Desember tahun 2018 lalu direncanakan akan digelar dengan mengundang sejumlah pihak sebagai peserta. Di antaranya para sastrawan, akademisi, pegiat literasi, jurnalis, dan mahasiswa. Agenda ini sudah tertunda dua tahun akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

 

“Terbuka untuk umum. Tentu saja menyesuaikan dengan kondisi pandemi, sesuai intruksi pemerintah kita. Kalau tidak, kita bisa nanti lima puluh persen antara luring dan daring,” ungkap Badrus Shaleh atau yang lebih akrab dengan nama pena Raedu Basha dalam acara jurnal 9 pagi TV9, Sabtu (07/08/2021)..

 

Pengurus Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur bidang Sastra ini juga mengatakan bahwa pemilihan Madura sebagai tempat Muktamar Sastra karena pesantren di Madura sangat fenomenal dalam melahirkan sastrawan dan karya sastra.

 

“Diberbagai kesempatan bisa ditemui santri-santri Madura itu menulis sastra. Salah satu pionirnya ini kiai Zawawi Imron,” katanya.

 

Saat dikonfirmasi, ia mengatakan bahwa untuk tanggal pelaksanaannya ini  akan sama dengan muktamar sastra pada tahun 2018 silam. “Karena tanggal itu memang pilihan Gus Mus, yaitu 18-20 Desember,” ungkapnya.

 

 

Sampai saat ini, persiapan yang sudah dilakukan hanya tinggal mempublikasikan informasi lengkap ke publik tentang agenda Muktamar Sastra II ini.

 

Penulis: Abdul Warits

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru