• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Madura

Wagub Jatim Keliling Pesantren di Sumenep Luruskan Hoaks Covid-19 dan Vaksinasi

Wagub Jatim Keliling Pesantren di Sumenep Luruskan Hoaks Covid-19 dan Vaksinasi
Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak saat silaturahim dengan pengasuh pesantren di Sumenep, (Foto: NOJ/Ist).
Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak saat silaturahim dengan pengasuh pesantren di Sumenep, (Foto: NOJ/Ist).

Sumenep, NU Online Jatim

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Sumenep untuk menegaskan terkait sosialisasi memutus rantai penyebaran Covid-19 dan juga vaksinasi.

 

Kunjungan ini dilakukan merespons adanya cuitan yang sempat viral di laman Twitter yang menyebut bahwa 'mati corona ala Madura'.

 

Pesantren pertama yang dikunjungi Wagub Emil ialah Pondok Pesantren Darur Rahmah Pangarangan, Selasa (03/08/2021). Di sana ia ingin mendapat gambaran umum terkait kondisi pesantren di tengah pandemi Covid-19.

 

"Kami senantiasa berusaha mendapat gambaran di lapangan sekaligus mencari masukan dari beberapa tokoh. Alhamdulillah, menurut saya, pondok pesantren dan tokoh agama mayoritas sudah sangat mendukung upaya pemerintah untuk menerapkan prokes," tuturnya.

 

Selain silaturahim dengan pengasuh setempat, Emil juga berbincang dengan salah satu santri. Secara langsung ia menanyakan kesediaan santri untuk divaksin. Ternyata santri bersedia untuk divaksin.

 

"Nyatanya dari apa yang kita dengar, pengasuh pondok pesantren maupun pengajarnya juga sudah divaksin. Bahkan, santri juga bersedia untuk divaksin. Namun, beberapa warga masih enggan," tuturnya.

 

Hal serupa juga dilakukan Emil saat berkunjung ke Pondok Pesantren Mathaliul Anwar Kepanjen dan juga Pondok Pesantren Ash-Shofwah Al-Malikiyyah.

 

Menurutnya, memang butuh adanya perhatian, khususnya terkait strategi komunikasi guna meningkatkan kepercayaan masyarakat di Sumenep dan Madura secara keseluruhan. Hoaks seperti divaksin bisa meninggal, menjadi tantangan bersama agar masyarakat mendapat informasi yang baik dan benar.

 

"Kita tidak mungkin untuk memaksa orang yang takut, alangkah lebih baik kita memberikan penjelasan yang lebih bisa dipercaya," jelas mantan pengurus PCI NU Jepang ini.

 

Begitu juga terkait dengan adanya anggapan bahwa kalau meninggal karena Covid-19 tidak dishalatkan. Menurutnya juga penting adanya edukasi yang informatif pada masyarakat, bahwa jenazah pasien Covid-19 tetap dishalatkan.

 

Selain itu, ia juga berharap Dinas Kesehatan setempat untuk maksimal melakukan sosialisasi bahwa masyarakat yang terdeteksi memiliki gejala agar segera memeriksakan diri.

 

 

"Kita bisa memaksimalkan fasilitas kesehatan terdekat untuk membantu masyarakat mendeteksi keluhan yang dialami masyarakat, agar masyarakat sadar dulu terhadap kondisi kesehatannya masing-masing, memahami apakah ada potensi komorbid atau tidak,” pungkasnya.

 

Penulis: Mahrus Ali

Editor: A Habiburrahman


Madura Terbaru