• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Madura

Perkuat Kelembagaan, Pagar Nusa Sumenep Gelar Turba

Perkuat Kelembagaan, Pagar Nusa Sumenep Gelar Turba
PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Sumenep saat melaksanakan turba di kantor MWCNU Bluto, Sabtu (31/10/2020). (Foto: Habiburrahman).
PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Sumenep saat melaksanakan turba di kantor MWCNU Bluto, Sabtu (31/10/2020). (Foto: Habiburrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Dalam rangka melakukan penguatan organisasi, Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Kabupaten Sumenep melaksanakan turba atau turun ke bawah. Turba kali ini dilakukan ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) PSNU Pagar Nusa Kecamatan Bluto yang dilaksanakan di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Sabtu (31/10/2020).

 

Dalam kesempatan ini, K Ahmad Zaini menuturkan, turba ini dimaksudkan untuk mengingatkan kepada pendekar NU di daerah tentang garis pokok perjuangan yang telah diamanatkan oleh para muassis. "Semoga perjuangan ini dicatat sebagai amal ibadah dan memperoleh barokah dari muassis NU," ujarnya.

 

Dewan Pendekar PC PSNU Pagar Nusa Sumenep ini juga berharap, Pagar Nusa di Bluto semakin solid. Hendaknya setiap pesantren dan lembaga diberikan sosialisasi atau pengenalan terkait Pagar Nusa.

 

"Jangan sampai pesantren atau lembaga sekolah NU diisi oleh kegiatan pencak silat di luar NU, yang justru berafiliasi dengan paham yang tidak sejalan dengan garis perjuangan NU selama ini. Karena sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pesantren atau sekolah itu sendiri," ungkapnya.

 

Disebutkan pula, bahwa ketika sudah bergabung dengan Pagar Nusa, semuanya harus bersatu dalam satu komando. Tidak hanya bergabung dengan pencak silatnya, tapi juga ikut berjuang dalam garis perjuangan bersama ulama NU. "Misal, jika ada pengajian atau kegiatan ke-NU-an, kita juga dituntut untuk mengawal para ulama. Karena kita juga punya kewajiban untuk menjadi tameng ulama," pungkasnya.

 

Senada dengan hal itu, Ustadz Mosa menyampaikan, kehadiran Pagar Nusa sangat ditunggu oleh masyarakat, khususnya nahdliyin. Mengingat, tempo lalu ada isu yang sangat viral mengenai ancaman terhadap muballigh saat melakukan dakwahnya.

 

"Oleh karena itu, hadirnya Pagar Nusa, utamanya di Bluto, menjadi penting. Karena ini termasuk bagian dari perisai daripada ulama," jelasnya.

 

Ketua MWCNU Bluto ini juga mengapresiasi sumbangsih semua pihak atas dibentuknya kepengurusan Pagar Nusa di Bluto beberapa bulan yang lalu. "Semoga menjadi jariyah yang akan dibalas nantinya. Serta Pagar Nusa Bluto dibawah pimpinan Ustadz Hayudo ini menjadi aktif dan maju," harapnya.

 

Sementara itu, Kiai Abdul Muiz Aliwafa Ketua PC PSNU Pagar Nusa Sumenep mengatakan, organisasinya memiliki beberapa program pokok, utamanya dalam hal penguatan kelembagaan. "Yang mana penguatan kelembagaan ini juga akan berkaitan dengan peningkatan jumlah santri atau pendekar," ujarnya saat ditemui NU Online Jatim usai acara.

 


 

Mantan Wakil Bupati Sumenep periode 2000-2005 ini juga menambahkan, bahwa di bawah komandonya, PC PSNU Pagar Nusa Sumenep punya keinginan besar agar seluruh pesantren dan lembaga sekolah yang bernaung dalam satu ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, untuk dibentuk dan diadakan kegiatan pencak silat Pagar Nusa.

 

"Nantinya akan dibentuk rayon-rayon dari setiap pesantren atau lembaga sekolah tersebut. Semoga misi kami ini berhasil," tandasnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru