• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Madura

Ini Tiga Poin Penting Pesan KH Ali Maksum saat Berkhidmat di NU

Ini Tiga Poin Penting Pesan KH Ali Maksum saat Berkhidmat di NU
Kiai Abdul Wasid, saat memberikan mauidlah hasanah kepada nahdliyin di Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/ Habib).
Kiai Abdul Wasid, saat memberikan mauidlah hasanah kepada nahdliyin di Bluto, Sumenep. (Foto: NOJ/ Habib).

Sumenep, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bluto Kabupaten Sumenep dan Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Sera Barat menghelat pelantikan bersama dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Hari Santri 2020, Selasa (27/10/2020) malam. Acara yang dipusatkan di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto ini menghadirkan penceramah Kiai Abdul Wasid asal Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

 

Kiai Wasid menyampaikan, Ansor dan Fatayat NU adalah generasi muda NU yang masih semangat dan segar, yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan muassis dan masyaikh NU di masa yang akan datang. "Ansor dan Fatayat ini jangan ragu untuk melaksanakan kolaborasi kegiatan bersama. Karena ketika sesuatu dilaksanakan bersama, maka semuanya akan terasa ringan. Hal ini tidak lain demi memajukan NU di daerah setempat," ungkap kiai yang familiar disapa Cak Wasid ini saat menyampaikan mauidlah hasanah.

 

Dalam kesempatan itu, Cak Wasid mengutip petuah KH Ali Maksum, mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Bahwa ada 3 organ penting dalam bergabung dan berkhidmat di NU. Pertama, Al-'Ilmu bi Nahdlatil Ulama atau mengetahui apa itu NU dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

 

"Dengan begitu, kita tidak akan mudah goyah dan ragu dalam berjuang untuk NU. Karena berdirinya NU tidak lain dimaksudkan untuk Li I'lai Kalimatillah atau memulyakan agama Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah," jelasnya.

 

Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur ini menambahkan, organ pokok yang kedua ialah Al-'Amalu bi 'Amaliyyati Nahdlatil Ulama atau melaksanakan 'amaliyah atau amalan-amalan yang menjadi tradisi NU. "Semisal tahlilan, ziarah kubur, dan maulidan seperti halnya yang kita lakukan sekarang," imbuhnya.

 

 

Disebutkan pula bahwa organ pokok yang ketiga ialah Al-Jihadu bi Nahdlatil Ulama atau siap berjuang bersama NU. "Bisa juga berjuang di badan otonom (banom) NU seperti Ansor dan Fatayat seperti yang kalian ikrarkan tadi saat pembaiatan," pungkasnya.

 

Turut hadir dalam acara ini, Kiai Yusuf Effendi Wakil Ketua PCNU Sumenep dan Ustadz Mohammad Chalili pengurus PCNU Sumenep. Selain itu juga hadir Kiai Marham Sy Rais Syuriyah MWCNU Bluto, Ustadz Warri Katib MWCNU Bluto, Ustadz Mosa Ketua MWCNU Bluto dan seluruh jajaran pengurus Ranting NU Sera Barat

.

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru