• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 1 Desember 2022

Madura

Bunyai di Sumenep Jelaskan Filosofi 3 M, Ini Lengkapnya

Bunyai di Sumenep Jelaskan Filosofi 3 M, Ini Lengkapnya
Ny Hj Wafiqah Jamilah saat memberikan tausiyah keagamaan dalam acara Muslimat NU Pragaan, Rabu (28/10/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).
Ny Hj Wafiqah Jamilah saat memberikan tausiyah keagamaan dalam acara Muslimat NU Pragaan, Rabu (28/10/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Kegiatan yang merupakan program tahunan ini diadakan di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Rabu (28/10/2020).

 

KH Ahmad Junaidi Mu'arif mengapresiasi dan merasa bangga kepada pengurus PAC Muslimat. Karena beberapa bulan terakhir para pengurus istiqamah merealisasikan beragam program mingguan, bulanan, dan tahunannya.

 

Ketua MWCNU Pragaan tersebut menyatakan, saat ini Muslimat sudah mulai mandiri dan terus berkoordinasi dengan pengurus harian MWCNU. "Muslimat kuat, maka NU kuat," ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan.

 

Selanjutnya, dengan kegiatan ini para jamaah pengajian bisa belajar kiprah Nabi Muhammad. Karena beliau selalu membela kaum perempuan dan bisa membawa seluruh umatnya menuju surga. "Semoga kita mendapatkan syafaatnya ila yaumil qiyamah," harapnya.

 

Pengajian Keagamaan

Ny Hj Wafiqah Jamilah sebagai penceramah dalam pengajian tersebut menjelaskan, ujian Covid-19 harus dijadikan bahan edukasi dan renungan. Menurutnya, protokol kesehatan jika diqiyaskan ternyata memiliki makna tersendiri yang tidak keluar dari ajaran kanjeng Nabi.

 

Pertama, mencuci tangan. Pada dasarnya para nahdliyat diminta untuk menjaga kebersihan dan kesucian hati. "Filosofi mencuci tangan lebih mengarah pada membasuh dosa yang sering dilakukan dengan menggunakan kedua tangan kita," terangnya.

 

Kedua, menggunakan masker. Intisarinya adalah nahdliyat diminta untuk mengurangi ngibah dan fitnah yang sering dilontarkan oleh lisan. Sedangkan ketiga, menjaga jarak. Dengan aturan tersebut para ibu-ibu diminta untuk menghindari perbuatan dosa yang sering dilakukan kepada sesama saudara.

 

Di akhir ceramahnya, beliau menegaskan bahwa ada 3 hal yang menghalangi doa seorang muslim dan muslimat tidak diterima oleh Allah SWT.

 

"Agar doa kita dikabulkan oleh Allah SWT maka jangan syirik dan jaga hati kita. Jangan sampai merasa lebih dari yang lainnya. Rendahkan dirimu dalam sujudmu," pintanya sambil mengelus dada.

 


 

Tak sampai disitu, Ny Wafiqah Jamilah mengajak untuk mendukung suami dalam hal apapun. "Jangan sampai merepotkan suami saat berada dilingkungan keluarganya masing-masing. Karena kodratnya perempuan adalah bermakmum pada laki-laki," pungkasnya.

 

Acara ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Zainurrahman Hammam selaku Mustasyar MWCNU Pragaan.

 

Editor: Romza


Editor:

Madura Terbaru