• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Madura

PMII Harus Lahirkan Kader yang Adaptif dan Pandai Analisa Keadaan

PMII Harus Lahirkan Kader yang Adaptif dan Pandai Analisa Keadaan
Lia Istifhama, Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Timur. (Foto: NOJ/rs)
Lia Istifhama, Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Timur. (Foto: NOJ/rs)

Sampang, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sampang menggelar Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) II pada Senin (25/01/2021) hingga Sabtu (30/01/2021). Rangkaian PKL II tersebut dilengkapi dengan dialog publik dengan menghadirkan Dr Lia Istifhama, Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Timur pada Rabu (27/01/2021). Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, pemuda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda.

 

“Pemuda adalah kader pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, harus senantiasa adaptif dalam perkembangan zaman. Karena Islam itu li kulli zaman wal makan, sifatnya universal dan melihat bagaimana perkembangan waktu serta kondisi lapangan. Dalam konteks ini, karakter pemuda juga harus pandai menganalisis keadaan,” katanya.

 

Dirinya menambahkan, bahwa hal tersebut selaras dengan kaidah Islam yaitu subbanul yaum rijaalul ghod.

 

“Artinya, pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena sebagai calon pemimpin, maka harus menjadi pribadi yang utuh,” tambahnya.

 

Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga mengutip kalimat Ibnu Khaldun yang menyebutkan empat karakter kepemimpinan, yaitu memiliki pengetahuan, kejujuran, kompetensi, dan kesehatan fisik.

 

“Semuanya harus diinternalisasi, apalagi terkait pengetahuan dan kejujuran, karena itulah yang akan membangun identitas pemimpin yang berjiwa sosial,” terangnya.

 

Selain itu, dirinya menekankan terkait pemahaman prinsip leadership is action, not position (kepemimpinan adalah aksi, bukan posisi).

 

“Prinsip leadership is action, not position itu sangat penting. Karena sebuah posisi atau jabatan hanyalah sarana untuk melakukan kebaikan bagi orang lain. Jika sebuah jabatan tidak diisi dengan aksi sosial ataupun bentuk-bentuk kepedulian, maka tidak memiliki nilai manfaat bagi orang lain,” jelasnya.

 

Ning Lia turut mengapresiasi proses kaderisasi di PMII yang berjalan dengan konsisten dan dinamis. Menurutnya, ini adalah langkah yang sangat tepat.

 

“Langkah kaderisasi di PMII ini sudah sangat tepat untuk menghasilkan kader yang mumpuni dan beradaptasi dengan tantangan zaman,” pungkasnya.


Madura Terbaru