• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 7 Desember 2022

Matraman

Gerakan Jihad Literasi, ISNU Ponorogo Luncurkan Dua Buku

Gerakan Jihad Literasi, ISNU Ponorogo Luncurkan Dua Buku
Pembukaan peluncuran buku ISNU Ponorogo. (Foto: NOJ/Husnul Khotimah)
Pembukaan peluncuran buku ISNU Ponorogo. (Foto: NOJ/Husnul Khotimah)

Ponorogo, NU Online Jatim
Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ponorogo menggelar acara yang menjadi penutup rangkaian dari kegiatan Harlah NU ke-98 yakni peluncuran dan bedah buku. Acara ini berlangsung di aula Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo pada Ahad (28/03/2021).


ISNU yang merupakan bagian dari pilar akademisi Nahdlatul Ulama (NU) memiliki perhatian yang besar terhadap NU yakni kepedulian dan memperhatikan gejolak zaman yang dimana adanya paham-paham menyebabkan ketidaksadaran bagaimana hakikat beragama. Oleh karena itu, ISNU Ponorogo berinisiatif memberikan kesadaran masyarakat dengan menyusun sebuah buku. Buku yang disusun ini memiliki nilai bobot dengan judul buku pertama, 'Nalar Kritis Keberagaman: Menguatkan Ruh dan Hakikat Agama' dan yang kedua, 'Berislam dengan Kemanusiaan: Telaah Teologis, Filosofis, dan Sosiologis Keindonesiaan'.

 

Buku ini disusun oleh para cendekiawan ISNU di Ponorogo yakni Abid Rohmanu, Aksin Wijaya, Lukman Santoso Az, Murdianto An Nawie dan Sutejo. 


Peluncuran buku ini dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo, KH Fatchul Aziz. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa buku ini memberikan suatu penyadaran bahwa kita sedang pada fragmentasi pergerakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. 


“Semoga kita dapat menjadi media penghubung antara konsep Hadratussyekh Hasyim Asy’ari yang nantinya disambungkan di masa yang jauh, hanya dengan tulisan dan buku yang mampu menembus waktu dan tempat nan jauh disana,” kata Kiai Aziz.

 

Ketua PCNU Ponorogo mengungkapkan, bahwa giat literasi sangat penting digalakkan bagi kaum muda saat ini.


“Pentingnya kita melakukan gerakan literasi bagi anak muda NU untuk bergabung, supaya kita bisa merekayasa masa depan, kalau tidak menggandeng pemuda NU siapa lagi? Kesan akademisi ini dikemas dalam bentuk buku agar dapat dibaca oleh khalayak,” ungkap Abid Rohmanu kepada NU Online Jatim.


Abid juga menambahkan bahwa sebagian isi buku ini adalah essay yang ditanyangkan di website Nyabtu.com yaitu website yang dikelola oleh ISNU Ponorogo.


Sedangkan dalam kegiatan bedah buku ini diisi oleh dua narasumber yakni Sutejo, Penasehat ISNU Ponorogo dan Akhol Firdaus, Direktur Institute For Jaavanese Islam Research (IJIR).   


Dalam buku ini Akhol Firdaus menjelaskan terdapat beberapa poin yang menjadi garis besar yaitu semangat literasi, nalar kritis keagamaan, dan moderasi beragama.


“Literasi adalah misi suci, membebaskan manusia yang tidak sadar dan tenggelam dalam kebudayaan modern ataupun kultur keagamaan yang ditangkap oleh kebudayaan modern. Buku ini adalah sarana terbaik dalam membebaskan kesadaran tersebut dan menjadikan manusia lebih sadar tentang siapa dirinya dan apa hakikatnya untuk mewujudkan semangat keberagamaan dalam pluralitas kebangsaan dan nasionalisme,” jelasnya.


Editor: Risma Savhira


Matraman Terbaru