• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 23 April 2024

Matraman

PCNU Jombang Gelar PD-PKPNU Gelorakan Spirit Berjamiyah

PCNU Jombang Gelar PD-PKPNU Gelorakan Spirit Berjamiyah
Pembukaan PD-PKPNU angkatan pertama oleh PCNU Jombang, Jumat-Ahad (16-18/02/2024). (Foto: NOJ/ M Rufait Balya)
Pembukaan PD-PKPNU angkatan pertama oleh PCNU Jombang, Jumat-Ahad (16-18/02/2024). (Foto: NOJ/ M Rufait Balya)

Jombang, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menggelar Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) angkatan 1 pada Jumat-Ahad (16-18/02/2024). Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini dipusatkan di Aula PCNU Jombang, Desa Gambiran, Mojoagung, Jombang.

 

Kaderisasi tingkat pertama bagi pengurus NU itu digelar untuk menggelorakan spirit berjamiyah dan merawat warisan pendiri NU. Agenda ini diikuti sekitar 80 orang, yang terdiri dari unsur PCNU Jombang, lembaga, dan badan otonom (banom) NU se Jombang.

 

Katib PCNU Jombang, H Sholahuddin Fathurrahman mengatakan, kaderisasi bagi sebuah organisasi merupakan hal yang penting. Ia pun sangat mengapresiasi dan mendukung penuh agenda tersebut.

 

"Menurut pandangan saya, kegiatan ini sangat penting untuk para pengurus NU di manapun tingkatannya, baik pusat, wilayah, cabang, ranting, bahkan anak ranting,” ujar Gus Amang, sapaan akrabnya.

 

"Ini sebagai media untuk memahami sejarah dan perjuangan NU, serta memupuk khidmah dan pengabdian secara totalitas untuk NU dan bangsa Indonesia," imbuh Gus Amang.

 

Dikatakan, sedikitnya ada tiga pesan muassis NU yang menginspirasi bagi dirinya agar selalu berkhidmah kepada NU. Pertama, pitutur dari Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy'ary.

 

“Barangsiapa yang dalam hidupnya mau mengurusi NU, maka saya jadikan santriku. Dan siapa saja yang menjadi santriku, saya doakan husnul khatimah beserta keluarganya,” ucapnya menyitir pitutur Mbah Hasyim.

 

Kedua, perkataan KHR Asnawi yang menyebutkan bahwa, barangsiapa yang dalam hidupnya mengurusi NU, dijamin tidak akan melarat (kekurangan). Jika pada kenyataannya ia menjadi miskin, datanglah dan caci makilah kuburanku

 

“Yang terakhir dawuhnya KH Bisri Syansuri. Yakni, selama hidupku aku pengikut Nahdlatul Ulama. Dan jika aku meninggal, maka wasiatku kepada masyarakat agar selalu menjadi pengikut NU,” ungkapnya.

 

Penulis: M Rufait Balya


Matraman Terbaru