• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Metropolis

Cita-cita KH Ridwan Abdullah Dirikan Sekolah Pencetak Insinyur

Cita-cita KH Ridwan Abdullah Dirikan Sekolah Pencetak Insinyur
Pencipta lambang NU KH Ridwan Abdullah. (Foto: NU Online)
Pencipta lambang NU KH Ridwan Abdullah. (Foto: NU Online)

Surabaya, NU Online Jatim

Pesantren mahasiswa (pesma) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bakal dibangun oleh Nahdlatul Ulama (NU) di lingkungan sekitar kampus tersebut. Cita-cita pencipta lambang NU, almaghfurlah KH Ridwan Abdullah, yang bercita-cita mendirikan lembaga pendidikan tinggi pencetak insinyur agamis jadi spirit pendirian pesantren yang dikhususkan bagi santri-santri yang kuliah di kampus bergengsi itu.

 

Pemangku Pesma ITS Ustadz Makruf Khozin mengatakan, semasa hidup Kiai Ridwan Abdullah memiliki gagasan untuk membuat lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan insinyur. Namun, perguruan tinggi itu tidak menghilangkan corak ke-Surabaya-an dan keagamaannya.

 

“Berdirinya ITS itu, kan, sebenarnya atas prakarsa KH Ridwan Abdullah, pencipta lambang NU. Beliau yang menginginkan ada sekolah insinyur yang dari santri yang tidak menghilangkan ke-Surabaya-annya, 10 Nopember. Lalu terbentuklah ITS itu,” ujar Ustadz Khozin kepada NU Online Jatim, Rabu (19/05/2021).

 

Lembaga pendidikan itu kemudian mengalami pergeseran setelah dikelola oleh negara, menjadi murni mengelola pendidikan umum. Sekitar tahun 2010, Kementerian Agama kemudian mengeluarkan beasiswa bagi alumni pesantren yang berprestasi untuk kuliah di ITS.

 

“Jumlahnya ratusan (santri yang lolos seleksi beasiswa Kemenag kuliah di ITS). Untungnya ada beberapa pesantren di sekitar ITS, di antaranya di Gebang dan Keputih. Cuma sebagian santri mahasiswa ITS belum tertampung ada di beberapa kos-kosan dan lain sebagainya. Itu pun belum memadai,” ujar Ustadz Khozin.

 

Beberapa dosen ITS yang berlatarbelakang NU kemudian berinisiatif untuk menggalang dana pendirian pesma di sekitar ITS. Dana pun terkumpul lalu dibelikan tanah satu kavling dan distatuskan menjadi tanah wakaf PBNU.

 

Di tanah wakaf itulah gedung Pesma ITS milik NU bakal didirikan yang rencananya mulai akan dibangun tahun ini. Gedung pesma terdiri dari empat lantai dan bakal menampung sekitar 50 mahasiswa ITS berlatarbelakang santri dan NU, terutama yang kurang mampu. Proyek pembangunan gedung ditaksir menelan biaya Rp3 miliar.

 

Soal peran Kiai Ridwan Abdullah dalam sejarah berdirinya ITS mungkin perlu digali lebih mendalam. Namun, mengutip laduni.com, semasa hidup Kiai Ridwan dikenal sebagai sosok peduli pendidikan. Bersama KH Wahab Chasbullah dan KH Alwi, dan KH Mas Mansur, Kiai Ridwan aktif mengajar di Madrasah Nahdlatul Wathan di kawasan Bubutan Surabaya, dan sekolah-sekolah lainnya.

 

Kiai Ridwan Abdullah juga punya kesenangan melukis, membuat kaligrafi, juga menekuni seni-seni bangunan. Hobinya itu kiranya yang memengaruhi pikiran kiai kelahiran Bubutan, Surabaya, pada 1 Januari 1884, itu menggagas sekolah insinyur. Karyanya terjejak di Masjid Kemayoran Surabaya dan lambang NU yang dikenal Nahdliyin hingga sekarang.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru