• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 4 Oktober 2022

Metropolis

NU Bakal Punya Pesantren Mahasiswa di ITS

NU Bakal Punya Pesantren Mahasiswa di ITS
Poster pembangunan pesantren mahasiswa milik NU di ITS. (Foto: Istimewa)
Poster pembangunan pesantren mahasiswa milik NU di ITS. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) bakal punya pesantren mahasiswa di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Rencananya, pesantren itu disediakan bagi para santri NU yang kuliah di perguruan tinggi bergengsi itu, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.

 

Proyek pembangunan gedung pesantren mahasiswa senilah Rp3 miliar itu mulai digarap tahun ini. Bangunan pesantren berdiri di atas tanah wakaf tak jauh dari kampus ITS di Sukolilo, Surabaya. Lahan berstatus tanah wakaf PBNU itu dibeli atas penggalangan donasi oleh sejumlah dosen ITS yang berlatarbelakang NU.

 

Ketua penyelenggara pembangunan gedung ialah Guru Besar ITS bidang Teknik Elektro Adi Supriyanto. Adapun Ketua Tim Pembangunan dipasrahkan kepada Insinyur Muhammad Faqih. Nantinya, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Marzuki Mustamar didapuk sebagai penasihat di pesantren mahasiswa tersebut. Adapun pemangkunya ialah Direktur Aswaja Center NU Jatim Ustadz Makruf Khozin.

 

“Gedung pesantren mahasiswa ini nanti empat lantai untuk 50 mahasiswa. Menjadi penasihatnya adalah KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU kita. Yang diberi amanah untuk memangku, itu saya,” kata Ustadz Makruf Khozin dihubungi NU Online Jatim, Rabu (19/05/2021).

 

Ia menjelaskan, pendirian pesantren mahasiswa bercorak Ahlussnnah wal Jamaah Annahdliyah itu terpantik dari cita-cita pencipta lambang NU, KH Ridwan Abdullah. Dahulu, lanjut Ustadz Makruf, Kiai Ridwan menginginkan adanya perguruan tinggi di Surabaya yang melahirkan insinyur namun tidak menghilangkan sisi keagamaannya.

 

Ustadz Makruf menyebut jejak Kiai Ridwan ada di sejarah berdirinya ITS. Sekitar tahun 2010, Kementerian Agama mengeluarkan beasiswa bagi santri berprestasi untuk kuliah di perguruan tinggi umum, termasuk ITS. Ratusan santri alumnus sejumlah pesantren pun diterima dan kuliah di ITS. Nah, pesantren mahasiswa milik NU itu nantinya disediakan bagi mereka.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru