• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Covid-19 Harian di Jatim Tertinggi, Khofifah: Saatnya Injak Rem

Covid-19 Harian di Jatim Tertinggi, Khofifah: Saatnya Injak Rem
Rakor Forkopimda Jatim secara virtual terkait penanganan Covid-19. (Foto: Humas Pemprov Jatim)
Rakor Forkopimda Jatim secara virtual terkait penanganan Covid-19. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Kasus Covid-19 di Jawa Timur meningkat tajam dalam seminggu terakhir. Bahkan, berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Jatim per Kamis, 1 Juli 2021, penambahan kasus positif harian di Jatim tertinggi sejak kasus mula kali ditemukan di Jatim, yakni menjangkit 1.397 orang. Penambahan ini lebih tinggi dari puncak kedua yang terjadi 15 Januari 2021 yaitu sebanyak 1.198 orang.

 

Sehingga kumulatif konfirmasi positif di Jatim mencapai 174.430 orang. Rinciannya, konfirmasi dirawat mencapai 9.468 orang atau 5,43 persen. Penambahan pasien sembuh 695 orang, sehingga total pasien sembuh mencapai 152.297 orang atau 87,31 persen.

 

Saat ini kasus mingguan Jatim mulai naik sejak 8 Juni 2021 atau minggu kedua Juni secara eksponensial, mendekati puncak Januari. Kasus mingguan awal Mei 2021 sebanyak 1.346, sementara pada akhir Juni 2021 mencapai 6.129. Artinya jumlah kasus naik 455 persen.

 

Temuan mutasi B1617.2 (Delta) diduga menjadi penyebab kenaikan kasus secara eksponensial. Tingkat penularan varian baru ini sangat cepat sehingga individu beresiko tinggi meninggal akibat Covid-19 mudah terpapar sehingga jumlah kematian meningkat.

 

Untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa gerak cepat dengan menggelar rakor persiapan pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa Timur secara virtual tiga hari berturut-turut merumuskan strategi efektif dan  berbagi tugas agar PPKM Darurat dapat berjalan efektif.

 

Secara khusus juga digelar rakor dengan Forkopimda Provinsi dan kabupaten- kota . Rakor tersebut juga sekaligus untuk berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda Jatim yakni Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto.

 

Hal ini juga sejalan, dengan kebijakan Presiden Jokowi yang secara resmi mengumumkan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat yang disebut PPKM Darurat untuk mencegah perluasan penyebaran Covid-19. PPKM Darurat ini akan diberlakukan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali.

 

Pada rakor tersebut, Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ada kasus Covid-19 di Jatim mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, di bulan Juni Jatim telah melakukan ekspansi besar-besaran ICU Isolasi dari 850 bed menjadi 1.219 bed, dan Isolasi dari 7.110 bed menjadi 12.515 bed.

 

Meskipun demikian, menurut Khofifah dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19 ini menangani hilirnya saja tidak akan pernah cukup. Untuk itu, perlu ditarik rem darurat untuk menghentikan penyebaran kasus Covid-19 melalui pembatasan mobilitas sosial.

 

"PPKM Darurat sesuai instruksi Presiden Jokowi ini menjadi harapan besar bagi kita untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 di Jawa Timur. Karenanya, koordinasi dan sinergi terkait pelaksanaan PPKM Darurat dengan berbagai pihak terkait harus  terus dilakukan," kata Khofifah dalam keterangan tertulis diterima pada Jumat (02/07/2021).

 

Khofifah menambahkan, sembari menyiapkan teknis PPKM Darurat yang akan diatur di Inmendagri, tiap daerah di Jatim diharapkan mampu melakukan percepatan proses vaksinasi. Dimana, berdasarkan kalkulasi dan breakdown yang mendetail target Vaksinasi yang diharapkan Presiden Jokowi maupun Menkes bisa tercapai target dua juta orang divaksin per hari.

 

"Kami dapatkan bahwa satu Kabupaten/kota di Jatim memiliki target  rentang antara 10-50 ribu vaksinasi per hari. Mohon para Bupati/Walikota memperhatikan dan berusaha semaksimal mungkin mencapai breakdown target per kabupaten/kota ini," pinta Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

 

Senada dengan Khofifah, pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Jatim sudah mencapai third wave. Ibarat banjir bandang, kasus Covid-19 dari atas mengalir ke bawah. Meski ada bak penampungan (rumah sakit), sebesar apa pun bak penampungan tersebut akan selalu kurang. Sehingga yang perlu dilakukan adalah bagaimana membuat hulu itu terbendung.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru