• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 27 November 2022

Metropolis

Di Tambakberas, Wapres RI Ziarah Makam Mbah Wahab

Di Tambakberas, Wapres RI Ziarah Makam Mbah Wahab
Wapres RI saat melakukan ziarah ke makam KH Abd Wahab Chasbullah bersama pimpinan pesantren. (Foto: NOJ/Kom)
Wapres RI saat melakukan ziarah ke makam KH Abd Wahab Chasbullah bersama pimpinan pesantren. (Foto: NOJ/Kom)

Jombang, NU Online Jatim
Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin berziarah ke makam pahlawan nasional sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama KH Abd Wahab Chasbullah, di kompleks Pesantren Tambakberas, Jombang, Kamis (23/1). 

 

Ziarah tersebut dilakukan Kiai Ma'ruf di sela kunjungan kerjanya ke Jombang membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pondok Pesantren Tambakberas. 

 

Di makam, Wapres mengangkat kedua tangan seraya mendoakan almarhum lalu menaburkan bunga di atas pusara makam ulama besar yang dikenal berpandangan moderat tersebut. 

 

Kiai Ma'ruf menyatakan KH Abd Wahab Chasbullah merupakan idolanya. Ia merasa memiliki kesamaan dengan Mbah Wahab yakni pernah menjabat Rais Aam PBNU. 

 

Kiai Wahab Chasbullah menjabat Rais Aam PBNU pada 1947-1971, sedangkan Kiai Ma'ruf pada 2015-2019. 

 

"Sosok KH Abd Wahab Chasbullah buat saya, merupakan role model ideal Rais Aam PBNU. Ada empat kriteria minimal yang harus dimiliki Rais Aam, yakni faqih atau ahli fikih, munadhdhim atau organisatoris, muharrik (penggerak), dan mutawarri' (terjaga pergaulannya). Kiai Wahab memiliki keempatnya," tutur Kiai Ma'ruf. 

 

KH Abd Wahab Chasbullah dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 7 November 2014 oleh Presiden Joko Widodo. Ia memulai dakwahnya dengan mendirikan harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. Bersama KH Hasyim Asy’ari keduanya menghimpun tokoh pesantren dan mendirikan Nahdlatul Ulama pada 1926. Kiai Wahab juga berperan membentuk Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

 

Editor: Syaifullah
 


Editor:

Metropolis Terbaru