• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Metropolis

Di Tengah Ancaman PMK, Ibadah Kurban Harus Serius dan Selektif

Di Tengah Ancaman PMK, Ibadah Kurban Harus Serius dan Selektif
Perawatan hewan ternak. (Foto: NOJ/kompas money)
Perawatan hewan ternak. (Foto: NOJ/kompas money)

Surabaya, NU Online Jatim
Umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada 10 Juli 2022 mendatang. Pada hari raya ini, para muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada hari-hari tasyrik yaitu pada 11-13 Dzulhijjah.

 

Namun, di tahun ini penyembelihan hewan kurban menjadi polemik tersendiri karena merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak khususnya sapi. Merespons hal itu, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur mengeluarkan panduan kurban di saat wabah PMK.

 

KH A Asyhar Shofwan, Ketua LBMNU Jawa Timur mengatakan bahwa dalam penanganan ibadah kurban pada tahun 1443 H/2022 M ini para pihak yang menyelenggarakan layanan ibadah kurban untuk lebih serius dan selektif.

 

"Kami berharap kepada pihak penyelenggara ibadah kurban untuk ebih serius dan selektif dalam pengadaan, penyediaan dan penerimaan ternak qurban, jangan sampai terjadi ada ternak yang sebenarnya tidak memenuhi syarat qurban, lolos diterima dan disembelih," katanya, Rabu (29/06/2022).

 

Selain itu, di setiap selompok layanan kurban, diharapkan struktur kepanitiaanya terdiri orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

 

"Dalam setiap selompok layanan qurban, diharapkan struktur kepanitiaanya terdiri para person yang kompeten tentang hukum-hukum qurban, kesejahteraan hewan sampai pada ketrampilan proses penyembelihan dan hal-hal lain yang terkait," terangnya.

 

Agar ibadah kurban tetap dapat dilakukan oleh umat Islam dengan sempurna baik dari aspek hukum dan kesehatan di tengan wabah PMK, Kiai Asyhar meminta kepada pemerintah untuk memberi fasilitas kesehatan ternak kurban.

 

"Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Kesejahteraan Hewan harus hadir memfasilitasi kesehatan ternak kurban, khususnya terkait penyediaan ternak sehat layak qurban dan pemilahan antara ternak sehat dan yang terpapar PMK baik yang dengan gejala berat dan ringan," ujarnya.

 

Di samping itu, pihak-pihak penyedia ternak agar memastikan ternak yang disediakan adalah sehat dan layak qurban dengan menerbitkan surat keterangan hewan sehat dari Dinas Pertanian dan Kesejahteraan Hewan.

 

"Hal ini dilakukan agar lembaga atau kelompok masyarakat yang melayani ibadah qurban lebih berhatihati guna menjamin ke-shahih-an ibadah kurban sekaligus aman dikonsumsi bagi para mustahiq dan penerimanya," pungkasnya.


Metropolis Terbaru