• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 10 Agustus 2022

Metropolis

Fatayat NU di Gresik Juga Dibekali Wawasan Kewirausahaan

Fatayat NU di Gresik Juga Dibekali Wawasan Kewirausahaan
Peserta ‘Workshop Administrasi dan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi' PAC Fatayat NU Sidayu, Gresik. (Foto: NOJ/Syafik H)
Peserta ‘Workshop Administrasi dan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi' PAC Fatayat NU Sidayu, Gresik. (Foto: NOJ/Syafik H)

Gresik, NU Online Jatim

Perempuan NU khususnya yang tergabung dalam Fatayat NU hendaknya menguasai administrasi organisasi. Pada saat yang sama juga bisa mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki untuk dapat menambah penghasilan.

 

Ikhtiar ini juga yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Sidayu Kabupaten Gresik yang menggelar ‘Workshop Administrasi dan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi’. Kegiatan ini dipusatkan di TPQ 136 Al-Hidayah, Desa Lasem Kecamatan Sidayu, Ahad (6/9/2020).

 

“Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman keorganisasian secara menyeluruh baik dalam bidang administrasi dan kemandirian ekonomi,” kata Ketua PAC Fatayat NU Ancab Sidayu, Lilik Chumaidah.

 

Dikatakan Lilik, bahwa workshop dilanjutkan praktik dengan membawa laptop terkait administrasi. Misalnya bagaimana surat menyurat baik keluar dan masuk, juga termasuk sirkulasi keuangan. “Sehingga ke depanya bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

 

Kegiatan juga dalam rangka merespons kegiatan Ajang Potensi Fatayat NU atau Asifa yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur untuk lomba Fatayat NU terbaik.

 

Mohammad Chubab sebagai narasumber workshop mengatakan bahwa Kredit Usaha Rakyat berlaku bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM dengan segmen khusus kios kelontong.

 

“KUR berupa bantuan kredit permodalan senilai Rp50 juta setiap orang dan disalurkan oleh BNI dan BRI,” ujarnya.

 

Ditambahkan Chubab, di samping itu akan diadakan digitalisasi kios peserta yang mendapatkan bantuan modal.

“Semisal label kios, pajangan produk, alat pendingin, pelatihan manajemen, hingga penyediaan aplikasi caslhess berbasis android, sekaligus pendampingan dari kabupaten,” jelasnya.

 

Semua ikhtiar tersebut sebagai dengan harapan para pelaku UMKM tetap bisa bertahan menghadapi resesi ekonomi global yang menimpa semua negara akibat pandemi Covid-19.

 

“Fatayat NU sebagai organisasi di segmen kelompok usia produktif sangatlah penting untuk diberdayakan dalam upaya ketahanan jamaah dan jamiyah,” pungkas dia.


Editor:

Metropolis Terbaru