• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 26 September 2022

Metropolis

Gus Iman Lirboyo Berbagi Tips agar Milenial Bisa Berkurban

Gus Iman Lirboyo Berbagi Tips agar Milenial Bisa Berkurban
Suasana diskusi Ngaji Virtual Milenial oleh NU Online Jatim. (Foto: NOJ/Rof)
Suasana diskusi Ngaji Virtual Milenial oleh NU Online Jatim. (Foto: NOJ/Rof)

Surabaya, NU Online Jatim

Sebagian kalangan memiliki persepsi bahwa berkurban hanya diperuntukkan kepada mereka yang berusia lanjut. Bagaimana dengan mereka yang berusia muda? Lantas, apa yang dapat dilakukan agar kalangan milenial bisa berkurban?

 

Sejumlah persoalan itu menjadi bagian dari penjelasan yang disampaikan KH Abdurrohman Kafa pada Ngaji Virtual Milenial yang digelar NU Online Jatim, Kamis (08/07/2021) malam.

 

“Untuk dapat berkurban, tidak harus menunggu tua,” katanya saat tampil bersama A Afif Amrullah, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur.

 

Pada kesempatan tersebut, Gus Iman Kafa atau Gus Iman menceritakan pengalamannya yang senantiasa berkurban kendati usianya muda.

 

“Caranya yakni dengan menyisihkan uang jauh-jauh hari sebelum hari raya Idul Adha,” terang kiai muda kelahiran 17 Maret 1997 tersebut.

 

Ketua Lajnah Bahsul Masail Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri ini tidak menampik bahwa ada perasaan eman atau sayang kalau menyisihkan uang untuk kurban.

 

“Tapi perasaan seperti itu hendaknya disingkirkan,” saran salah seorang ustadz di Madrasah Hidayatul Mubtadiin Lirboyo tersebut.

 

Dalam pandangannya, untuk dapat berkurban juga bisa dilakukan jauh-jauh hari. Seperti dengan membeli calon hewan dan dipelihara sampai usianya cukup. Dengan demikian biayanya lebih murah dan tidak menguras kantong.

 

Sedangkan A Afif Amrullah menjelaskan bahwa PW LAZISNU Jatim  selalu hadir di mana banyak orang berkumpul, termasuk platform yang familiar di masyarakat.

 

“Baik di tokopedia, shopee dan sejenisnya, LAZISNU sudah melakukan kerja sama,” katanya.

 

Perkembangan teknologi dan kemudahan lain juga terus diikuti lembaga yang dipimpinnya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa perkembangan harus diikuti, meskipun dengan lebih hati-hati.

 

“Setiap ada perkembangan soal ini, kami konsultasikan kepada Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama maupun Aswaja NU Center,” jelas dia.

 

Sampai berita ini ditulis, diskusi yang dipandu Risma Shavira selaku Redaktur NU Online Jatim tersebut masih berlangsung. Sejumlah pertanyaan dari netizen juga dijawab oleh dua narasumber.


Editor:

Metropolis Terbaru