• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 29 Januari 2022

Metropolis

Gus Ufik: Kontribusi Ulama Sukseskan Vaksinasi Luar Biasa

Gus Ufik: Kontribusi Ulama Sukseskan Vaksinasi Luar Biasa
Gus Ufik (bermasker putih) saat menyampaikan materi di RSI A Yani Surabaya. (Foto: NOJ/Syaiful)
Gus Ufik (bermasker putih) saat menyampaikan materi di RSI A Yani Surabaya. (Foto: NOJ/Syaiful)

Surabaya, NU Online Jatim
Bagi H Zulfikar As’ad, pencegahan bagi beredarnya virus Corona tidak dapat dipisahkan dari kiprah ulama dan kiai. Tokoh agama ini menjadi garda terdepan bagi sukses dan terkendalinya Covid-19, termasuk suksesnya vaksinasi.

 

“Akhir tahun 2020 ketika wabah Corona melanda, yang patut disyukuri adalah bahwa kalangan NU ternyata cukup reponsif terhadap hal ini,” katanya, Selasa (07/12/2021).

 

Penegasan tersebut disampaikan Gus Ufik, sapaan akrabnya pada acara webinar dengan tema 'Dukungan Peningkatan Kesiapan dan Respons RSNU terhadap Covid-19 dan Penyakit Menular Baru Lainnya'. Kegiatan dipusatkan di ruang pertemuan Rumah Sakit Islam A Yani lantai 5 Surabaya.

 

Dijelaskan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama atau Arsinu tersebut bahwa NU dan kalangan pesantren merespons dengan sangat menggembirakan. Karena di saat banyak kalangan mengatakan bahwa vaksinasi adalah konspirasi dan sejenisnya, justru para kiai dan pesantren mendukung secara penuh.

 

“Tidak dapat dibayangkan, bagaimana kalau tokoh NU mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 adalah rekayasa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang tersebut. 

 

Oleh sebab itu, alumnus program doktor di Universitas Airlangga ini menyampaikan terima kasih kepada para tokoh. Karena kalangan ini demikian perhatian sehingga tokoh dan tenaga kesehatan dapat dengan mudah melakukan pelayanan.

 

“Hal ini juga dibuktikan dengan vaksinasi. Tokoh NU menyatakan bahwa vaksin sangat penting,” terang Wakil Rektor Universtas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang itu.

 

Demikian juga dukungan para kiai dengan berkenan divaksin, sehingga ini menggembirakan. Pada saat yang sama, sejumlah rumah sakit NU juga mendukung gerakan itu, meskipun masih gamang. 

 

“Karena support dari ulama dan kiai sangat besar, demikian juga dukungan dari beberapa kalangan khususnya dinas kesehatan, maka alhamdulilah hal ini membuat capaian vaksinasi menggembirakan meskipun belum seratus persen,” ungkapnya.

 

NU dan Kesehatan

Sebelumnya, Gus Ufik juga menjelaskan mengapa NU demikian memiliki perhatian kepada masalah kesehatan. Hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari pola berpikir para kiai.

 

“Dalam qonun asasi disebutkan bahwa NU adalah organisasi sosial keagamaan yang juga memperhatikan kesehatan. Dapat disampaikan bagaimana di tahun seperti itu para kiai memiliki perhatian lebih,” katanya.

 

Gus Ufik tidak menampik bahwa masalah kesehatan memang termasuk fardhu kifayah dan kalah dengan fardhu ain. Dalam artian kalau sudah ada yang memperhatikan, kalangan lain gugur dalam artian tidak berdosa. 

 

Di akhir paparan, Gus Ufik menjelaskan kiprah Arsinu saat awal pandemi. Bahwa sebelum ditanya pemerintah, sejumlah rumah sakit NU menyatakan siap dalam membantu. 

 

“Namun kala itu Arsinu menyampaikan harus didukung kementerian kesehatan. Karena ibarat perang, maka harus dibekali peraalatan yang cukup,” sergahnya. 

 

Dalam perjalananya, bantuan dan perhatian pemerintah cukup mendukung. Hal itu dibuktikan dari beberapa Rumah Sakit Nahdlatul Ulama yang ada, maka diklasifikasi sesuai dengan kesiapan masing-masing.

 

“Dari semua RSNU yang ada memang tidak seluruhnya ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, tapi pada akhirnya semua siap menghadapi virus Corona,” katanya. 

 

Gus Ufik tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dan prihatin karena ada beberapa dokter dan tenaga kesehatan yang wafat karena Covid-19.

 

“Hal itu memberikan pelajaran betapa yang telah dilakukan mereka demikian berat dan pada saat yang sama, ini memberikan pelajaran bahwa kita harus siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman

 


Metropolis Terbaru