• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Mei 2022

Metropolis

Peduli Ekonomi Umat, 12 Komisi MUI Jatim Gelar FGD

Peduli Ekonomi Umat, 12 Komisi MUI Jatim Gelar FGD
KH Noor Shodiq Askandar selaku koordinator kegiatan gabungan 12 Komisi di MUI Jatim. (Foto: NOJ/Rofii Boenawi)
KH Noor Shodiq Askandar selaku koordinator kegiatan gabungan 12 Komisi di MUI Jatim. (Foto: NOJ/Rofii Boenawi)

Surabaya, NU Online Jatim

Lancar, Forum Group Discussion  (FGD) dengan topik Pengembangan Kualitas Kehidupan dan Kesejahteraan Masyarakat, telah dilangsungkan oleh gabungan  12 komisi Klaster 2 MUI Jawa Timur di Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur pada Jumat (03/12/2021). Tagline kegiatan ialah Belanja Pada Saudara dan Teman.

 

KH Noor Shodiq Askandar selaku koordinator kegiatan gabungan 12 Komisi di MUI Jatim yang beberapa waktu lalu menyampaikan harapan agar komisi yang terkait dengan kesejahteraan umat, MUI Jatim memiliki galeri OPOP (one pesantren  one product), Galeri UMKM dan koperasi MUI di setiap daerah.

 

“Galeri OPOP ini penguat dari program Gubernur Jatim yang ingin menguatkan kemaslahatan ekonomi pesantren. Selain itu, galeri juga stimulus agar masyarakat terus menguatkan potensi lokalnya dan diharapkan mampu mensinergikan produk-produk kabupaten kota sehingga bisa dimapping keunggulan atau identitas per produk OPOP. Inilah yang kami sebut kolabor-aksi, bukan hanya kolaborasi,” katanya.

 

Senada, Sekretaris Komisi PEU Fatin Fadhillah Hasib menyampaikan harapan agar FGD tersebut menjadi referensi program kerja MUI Jatim untuk turut menguatkan ekonomi masyarakat.

 

Dua narasumber pun dihadirkan di hadapan perwakilan 12 Komisi MUI Jatim pimpinan KH Hasan Mutawakkil Alallah itu, yaitu R Joni Sudjatmoko, pengusaha properti asal Malang, dan Lia Istifhama, Sekretaris MUI Jatim, yang mewakili Sekretaris Umum MUI Jatim Akhmad Muzakki.

 

Joni menyampaikan pentingnya menguatkan start up pasca Covid 19, terutama di Jawa Timur. “Start up penting terus dikuatkan dan keberadaan mereka dibutuhkan dalam penguatan tagline bangga dan beli produk Indonesia. Bukan sebaliknya, bangga membeli produk impor. Hal ini sangat disayangkan mengingat pendapatan ekspor kita sangat tinggi, yaitu Rp18 miliar per bulan, dengan dominan dari komoditas pertambangan,” ujarnya.

 

Sedangkan Lia Istifhama menyampaikan pentingnya financial planner sebagai bagian terwujudnya financial freedom umat dan masyarakat. “Dengan adanya brainstorming membentuk kemampuan financial planner, maka kesejahteraan masyarakat akan sangat bisa terbentuk.”


Metropolis Terbaru