• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Webinar MUI Jatim Soroti Revolusi Komunikasi

Webinar MUI Jatim Soroti Revolusi Komunikasi
Dr Suko Widodo, Pakar Komunikasi Unair saat mengisi webinar MUI Jatim. (Foto: NOJ/Aminuddin)
Dr Suko Widodo, Pakar Komunikasi Unair saat mengisi webinar MUI Jatim. (Foto: NOJ/Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar webinar literasi pandemi ke-21, dengan mengangkat tema 'Orkestrasi MUILenial Berwawasan Islam Washatiyah di Masa Pandemi'. Kegiatan ini dilaksanakan secara online via zoom, Jum'at (19/11/2021).

 

Dr Suko Widodo, Pakar Komunikasi Universitas Airlangga sebagai salah satu narasumber dalam acara tersebut menyampaikan, revolusi komunikasi itu bukan hanya sekedar teknologi tapi juga cara kita. Karena zaman pasti berubah kalau kita juga tidak merubahnya maka kita akan tertinggal, ujarnya.

 

Suko, panggilan akrabnya, menceritakan perkembangan telekomunikasi pos di tahun 80-an, waktu pengiriman paket sampai tujuan itu berhari-hari. Tapi ketika globalisasi komunikasi berkembang dengan pesat pengiriman paket hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat. Maka kecepatan itu menjadi penting.

 

"Tidak ada program komunikasi itu yang tanpa sengaja, semunya harus dimulai dengan perencanaan", ungkap Suko.

 

Ia mengatakan, ketahuilah apa yang disampaikan, bukan menyampaikan apa yang anda ketahui. Karena yang diketahui boleh jadi tidak diperlukan orang lain.

 

"Seperti contoh menyebar artikel di grup-grup Whatsapp, itu bisa jadi orang lain tidak butuh apa yang kita ketahui," katanya.

 

Diketahui, saat ini jumlah pengguna ponsel itu ada 345 juta atau 130 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Karena tak jarang setiap orang memiliki lebih dari satu ponsel, ujar Suko.

 

"Dan begitupun setiap generasi membuat karakter yang berbeda dan punya cara sendiri untuk berekspresi", terangnya.

 

Menurutnya, komunikasi yang efektif itu apabila pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan dan menghasilkan efek yang benar-benar diharapkan oleh komunikator. 

 

"Yang penting spirit yang kita bangun pada saat ini. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengisi di ruang digital ini, agar kita juga tidak terpental dengan kehadiran orang lain dalam rumah kita", tandasnya.


Metropolis Terbaru