• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Mei 2022

Tapal Kuda

Literasi Pandemi MUI Jatim: Belajar dari Pahlawan Kesehatan

Literasi Pandemi MUI Jatim: Belajar dari Pahlawan Kesehatan
Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi.(Foto: Kompas)
Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi.(Foto: Kompas)

Pasuruan, NU Online Jatim

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur kembali mengadakan Webinar Literasi Pandemi ke-19, Jum’at (05/11). Webinar ini bertajuk ‘Belajar dari Pahlawan Kesehatan di Masa Pandemi’.

 

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyuhadi mengatakan, bahwa inovasi dan kolaborasi merupakan kunci kebangkitan Jawa Timur dari pandemi Covid-19.

 

“Dari bulan Juli hingga Oktober 2021, kita mampu menurunkan positivity rate hingga 0,32 persen, dan persentase ini sangat jauh lebih rendah dari yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO),” ungkapnya.

 

Joni menyebutkan, penurunan persentase tersebut merupakan prestasi yang dapat diraih dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, akademisi, tenaga kesehatan, dan pemerintah.

 

“Dengan ini menunjukkan bahwa seluruh layanan dan program yang dijalankan oleh Gubernur Jawa Timur dan pihak perkait bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur,” ucapnya.

 

Ia pun memaparkan sejumlah strategi utama dalam pengendalian Covid-19 di Jawa Timur. Di antaranya adalah kampanye penanganan Covid-19 kepada masyarakat secara terbuka, konsisten, dan transparan dengan menempatkan masyarakat sebagai partner atau mitra.

 

“Strategi lainnya adalah memberi dukungan ekonomi maupun sosial kepada masyarakat yang terdampak, serta memberikan beberapa jenis bantuan sebagai sarana Jaring Pengaman Sosial atau Social Safety Net,” imbuhnya.

 

Sementara Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Abdul Kadir mengimbau agar seluruh pihak tetap waspada dan turut serta dalam pencegahan kasus Covid-19.

 

“Karena virus Covid-19 ini telah merenggut nyawa banyak orang, tidak terkecuali dari tenaga Kesehatan itu sendiri,” ujarnya.

 

Menurutnya, keselamatan tenaga kesehatan juga harus menjadi prioritas. Selain itu, pengaturan pelayanan dan kesiapan fasilitas rumah sakit harus menjadi perhatian agar mendukung sumber daya yang ada.

 

 

“Masyarakat juga perlu melindungi tenaga kesehatan dengan tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan tepat,” pungkasnya.


Tapal Kuda Terbaru