• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 3 Desember 2022

Tapal Kuda

Gelar Refleksi Kader, Pelajar NU di Pasuruan Diingatkan Tiga Hal

Gelar Refleksi Kader, Pelajar NU di Pasuruan Diingatkan Tiga Hal
Refleksi Kader PKPT IPNU-IPPNU Universitas Yudharta Pasuruan diingatkan tiga hal. (Foto: NOJ)
Refleksi Kader PKPT IPNU-IPPNU Universitas Yudharta Pasuruan diingatkan tiga hal. (Foto: NOJ)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) menggelar Refleksi Kader dan Pembacaan 1000 Shalawat Nariyah, Kamis (04/11).

 

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri 2021 ini mengangkat tema ‘Sumbangsih Mahasantri Lengkapi Segala Lini’. Puluhan kader IPNU-IPPNU mengikuti kegiatan yang dilaksanakan virtual via Zoom Meeting.

 

Anggota Departemen Kaderisasi Pimpinan Pusat (PP) IPNU, M Ishomuddin Haidar menyebutkan, bahwa PKPT adalah gerbong lokomotif IPNU-IPPNU. Oleh karenanya, ia dituntut untuk mendorong kader-kader IPNU-IPPNU bergerak dan memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran yang kreatif untuk organisasi.

 

“Kita harus merawat dan menjaga program-program yang lama dan baik, tapi kita juga harus menerima perkembangan dan mengambil program-program baru yang lebih baik,” ujarnya saat didapuk sebagai narasumber.

 

Ia pun menyebutkan, ada tiga tugas yang hendaknya dilakukan PKPT IPNU-IPPNU UYP sebagai seorang mahasantri. Pertama, PKPT hendaknya ramah terhadap mahasantri, jangan sampai kegiatan PKPT mengganggu jadwal belajar.

 

“Jadi, seorang mahasantri harus berjalan seimbang antara kuliah dan berkhidmat di organisasi.” terangnya.

 

Kedua, harus memiliki sistem keamanan yang kuat dan tidak terpengaruh dari lainnya. Untuk mendukung hal ini, penting digalakkan pelaksanaan kaderisasi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) atau kaderisasi dan kajian lainnya.

 

“Hal tersebut untuk memperkuat ideologi dan nilai jati diri agar tidak mudah terombang-ambing dengan pengaruh-pengaruh dari luar,” jelasnya.

 

Terakhir, hendaknya menjadi kader yang siap pakai. Yakni harus siap kapan pun dan dimana pun ia dibutuhkan oleh masyarakat.

 

“Jadi MC siap. Jadi qiro’ah siap, sambutan atau pidato juga siap. Jangankan itu, jadi calon mantu pun mahasantri ini PKPT juga harus siap,” pungkasnya diiringi gelak tawa peserta.


Tapal Kuda Terbaru