• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Tapal Kuda

Perempuan Hendaknya Tingkatkan Pengetahuan dan Berani Adaptasi

Perempuan Hendaknya Tingkatkan Pengetahuan dan Berani Adaptasi
Perempuan dituntut meningkatkan pengetahuan dan mampu beradaptasi. (Foto: NOJ/LKo)
Perempuan dituntut meningkatkan pengetahuan dan mampu beradaptasi. (Foto: NOJ/LKo)

Pasuruan, NU Online Jatim
Membahas perempuan tidak bisa dilepaskan dengan pentingnya meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan bagi perempuan. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan, Ning Amidatus Sholihat, Rabu (03/11).

 

“Kalau kita ngomong perempuan, tentunya tidak lepas dari pendidikan. Karena perempuan adalah madrasatul ula untuk keluarganya,” katanya saat menjadi narasumber dalam kegiatan voicegram dengan tema “Peran dan Strategi Perempuan di Era Resonansi Digital 5.0” yang diselenggarakan NU Online Jatim secara virtual.

 

Dirinya lalu berharap agar perempuan berkomitmen untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya, siap dan berani beradaptasi. Juga bisa melakukan aktualisasi diri baik dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

 

“Banyak perempuan yang kurang percaya diri, mungkin, merasa tidak mampu dan minder. Ini yang bisa menghambat perempuan untuk bisa beradaptasi dengan era-era yang baru,” imbuh mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pasuruan itu.
 

Ning Amik juga menegaskan bahwa ruang kesetaraan sudah terbuka lebar dan tersedia di berbagai sector. Dengan demikian perempuan tinggal mempersiapkan dirinya untuk mengisi berbagai kebutuhan tersebut.

 

“Tinggal bagaimana kita menyeimbangkan peran perempuan dengan laki-laki,” tuturnya.

 

Ia juga mengajak perempuan untuk terus meningkatkan peran multitaksing yang selama ini dilakukan dengan memanfaatkan masa pandemi. Musabbanya, bagi para ibu misalnya, selain mengurus rumah tangga atau bahkan bekerja, tiba-tiba juga harus mendampingi anak-anak yang sedang belajar di rumah.

 

“Hanya pendidikan yang mampu menjamin masa depan dan dari seorang perempuan lah pendidikan itu didapat. Jadi kalau perempuan tidak bisa memberikan pendidikan yang baik, minimal untuk keluarganya, tidak akan tercipta masa depan yang baik, minimal untuk keluarganya,” pungkas dosen Desain Komunikasi Virtual (DKV) ITSNU Pasuruan.

 


Editor:

Tapal Kuda Terbaru