• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Madura

Khofifah Hadiri Deklarasi Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan

Khofifah Hadiri Deklarasi Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan
Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan pada deklarasi Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan. (Foto: NOJ/LKi)
Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan pada deklarasi Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan. (Foto: NOJ/LKi)

Pamekasan, NU Online Jatim

Deklarasi dan talkshow kepemimpinan Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pamekasan diselenggarakan di Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Panempan. Kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (03/11/2021).

 

Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Pengasuh Pesantren Matsaratul Huda, KH Kholilurrahman.

 

Usai deklarasi, Gubernur Khofifah mengatakan, Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) adalah rumah besar. Sedangkan pondok pesantren adalah rumah kecil. Oleh karena itu, saran dia keduanya harus menjadi satu kesatuan.

 

"Di antara badan otonom NU, seperti IPNU dan IPPNU, dan saat ini sudah ada majelis alumninya, sudah banyak memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa dan negara," kata gubernur.

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU ini juga mengungkapkan, format membangun akhlakul karimah dalam NU seperti yang disampaikan oleh Presiden Soekarno, pada saat tanggal 17 Agustus 1956.

 

Saat itu, Soekarno mengatakan, bahwa saat ini Indonesia sudah selesai menjalani revolusi fisik.

 

Selanjutnya, Indonesia mempunyai tiga PR yang harus segera dibangun. Yakni, investmen from human skill, material investment, dan mental investment. Material investment sendiri terkait berbagai pemenuhan kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur. Sedangkan human skill investment terkait penyiapan ketrampilan manusia Indonesia. Sementara mental investment terkait dengan karakter manusia Indonesia yang punya kekuatan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.

 

"Dalam investasi mental ini yang menjadikan kita bersatu dan kemakmuran bisa dibangun di lini paling bawah, dan Itulah yang bisa dibangun di pesantren seperti yang diungkapkan dalam hadist liutammima makarimal akhlak," terangnya. 


Editor:

Madura Terbaru