• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Metropolis

Harlah NU di Bawean, Gus Muwafiq Jelaskan Tipologi Ulama

Harlah NU di Bawean, Gus Muwafiq Jelaskan Tipologi Ulama
Pendakwah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. (Foto: NOJ/ Aminuddin)
Pendakwah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq. (Foto: NOJ/ Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Kantor Perikanan Bawean, Kabupaten Gresik, Selasa (22/02/2022) ini menghadirkan pendakwah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.


Dalam kesempatan ini, Gus Muwafiq menyampaikan sejumlah tipologi seorang ulama. Menurutnya, ulama itu beragam sesuai dengan disiplin keilmuan dan kondisi sosial yang dihadapinya.


"Karakteristik seorang ulama itu banyak, tidak hanya satu model. Hal tersebut karena ia hidup di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda. Oleh karenanya, ia akan menghasilkan tipologi pembelajaran agama yang bervariasi. Semisal, ulama Pulau Bawean pasti berbeda dengan ulama Gresik dan yang lainnya," ungkapnya.


Ia menjelaskan, dengan ulama yang berbeda-beda ini, maka seperti hari inilah yang terjadi. Menurutnya, ulama adalah ujung tombak dalam menyebarkan dakwah dan misi agama Islam.


"Dinamika ulama yang bervariasi itulah yang akhirnya kemudian menyadarkan semuanya. Bahwa, ulama dalam menyikapi sesuatu tidak ngotot selama tidak berkaitan dengan hal-hal yang prinsipil. Karena semua ulama itu sumbernya sama, yaitu dari Rasulullah SAW,” jelasnya.


Menurut Gus Muwafiq, ada manusia tertentu yang beruntung bisa bertemu dengan Rasulullah. Mereka itu dinamakan Sahabat. Sementara yang tidak bertemu dengan Rasulullah tapi ketemu dengan sahabat, itu namanya Tabi'in. Dan yang bertemu dengan sahabat dan tabi'in namanya tabiut tabi'in.


"Jadi, kita ini adalah orang-orang yang mengikuti Rasulullah tapi hidup di zaman para ulama. Makanya kita itu bersahaja," katanya.


Gus Muwafiq menyebutkan, bahwa atas kesadaran ulama ia tidak memaksakan kehendak harus sama dengan di zaman Nabi Muhammad SAW.


"Makanya kemudiannya dibuat organisasi yang namanya Nahdlatul Ulama, yang mengikuti standart gayanya ulama. Lantas, apakah NU itu baru? Nama organisasi-nya memang baru, tapi khittah diniyahnya, ya tidak ada yang baru, lama semua," katanya.
 


Diketahui, kegiatan ini juga dihadiri Rais PCNU Bawean Kiai Ahmad Zubaidi Humaili, Ketua  PCNU Bawean Kiai Muhammad Fauzi, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Bawean, dan seluruh banom NU se-Bawean.


Metropolis Terbaru