• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 27 Januari 2023

Metropolis

Hendaknya Tetap Ekstra Waspada Saat Bermedia Sosial

Hendaknya Tetap Ekstra Waspada Saat Bermedia Sosial
Aneka media sosial yang digandrungi warga. (Foto: NOJ/TJ)
Aneka media sosial yang digandrungi warga. (Foto: NOJ/TJ)

Surabaya, NU Online Jatim
Setiap orang hendaknya tetap menjaga kepatutat di segala keadaan. Tidak semata di alam nyata yakni di pergaulan harian. Yang juga hendaknya dijaga adalah ketika di dunia maya, termasuk saat menggunakan media sosoal.

 

Peringatan tersebut disampaikan H Anwar Rachman di akun Facebooknya, Sabtu (28/12). Bahwa suatu ketika ada seseorang yang menginginkan jasanya sebagai pengacara untuk menggugat sebuah perusahaan. 

 

“(kejadiannya) Minggu lalu saya ada tamu yang mintai tolong, dia sudah dinyatakan lulus tes penerimaan pegawai baru di suatu perusahaan besar karena dia memang pintar,” kata alumnus program doktor di Universitas Airlangga Surabaya tersebut.

 

Maklum saja, yang bersangkutan lulus dari perguruan tinggi ternama dengan IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif 3,89 cumlaude. Dan dari wawancara itu pula, dirinya akan mendapatkan gaji kisaran 17,5 juta dalam sebulan. Karenanya, diminta memenuhi semua persyaratan administrasi.

 

“Namun ketika mau masuk kerja, calon tersebut dibatalkan kelulusannya oleh perusahaan dengan alasan perangai atau karakternya kurang baik,” ungkap Anwar Rachman.

 

Dari penelusuran yang berhasil dilakukian ditemukan bahwa direktur perusahaan tersebut memerintahkan bagian HRD atau Human Resource Departement untuk melakukan tracking atau pelacakan nama dimaksud di media sosial.

 

“Dan ternyata, setelah dilakukan penelusuran diketemukan beberapa status si calon tersebut yang bersifat provokatif, sering menyerang kehormatan orang, mengumpat pemerintah dan lembaga, suka mengeluh bahkan sering keluar kata-kata kasar. Dan hal itu menurut HRD perusahaan, orang dimaksud akan membawa dampak yang kurang baik bagi perusahaan,” jelasnya.

 

Dengan banyak pertimbangan, akhirnya pelamar meminta jasa Rahman untuk menggugat perusahaan tersebut dengan alasan telah melakukanm wanprestasi atau perbuatan melawan hukum. 

 

“Saya sampaikan kepada yang bersangkutan, bahwa bisa saja kita menang di pengadilan. Dan akhirnya kamu bisa kerja di situ. Namun kamu tidak akan nyaman kerja di situ karena masuknya terpaksa karena putusan pengadilan,” urainya. 

 

Di ujung diskusi tersebut akhirnya mantan anggota DPR RI ini menyampaikan bahwa apa yang menimpa sebagai pelajaran dan hendaknya diambil hikmahnya.

 

“Ini pelajaran  berharga buat kamu agar hati-hati dalam bermedia sosial. Karena orang bermedsos kebanyakan tidak sadar bahwa mereka lagi berbicara di depan publik dan status maupun komennya bukan hanya dibaca orang se-desa atau se-kecamatan, namun orang di seluruh dunia,” katanya.

 

Menurut Anwar Rachman, dari akun media sosial tersebut setiap orang akan dapat dengan mudah mengetahui seseorang dengan lebih mendalam.

 

“Dari tingkat kecerdasan, wawasan, perangai, pengendalian emosi, pergaulan, penguasaan bahasa, empatinya kepada orang lain, teknis penulisan dan seterusnya atas diri seseorang secara alami tanpa rekayasa,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah


Editor:

Metropolis Terbaru