• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 18 Mei 2022

Metropolis

Istimewa, Satu Keluarga Lahirkan Tiga Guru Besar

Istimewa, Satu Keluarga Lahirkan Tiga Guru Besar
Prof Dr H Abd. Halim Soebahar, MA. (Foto: NOJ/rj)
Prof Dr H Abd. Halim Soebahar, MA. (Foto: NOJ/rj)

Surabaya, NU Online Jatim
Gelar profesor bagi sejumlah orang tentu menjadi suatu pencapaian tersendiri. Karena tidak sembarang orang bisa merengkuhnya. Melainkan hanya bisa disandang oleh seseorang dengan jabatan tertinggi pada satuan pendidikan tinggi.

 

Sama halnya dengan rasa syukur yang diungkapkan oleh Prof Dr H Abd. Halim Soebahar, MA. Pasalnya, tiga orang dari anggota keluarganya telah berhasil menyandang gelar profesor. Di antaranya, Prof Dr H Moh. Erfan Soebahar MAg. yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu hadist di IAIN Walisongo Semarang pada 2005 lalu, Prof Dr H Abd. Halim Soebahar, MA sendiri sebagai guru besar bidang ilmu pendidikan Islam di IAIN Jember pada tahun 2009, dan kini Prof Dr M Fadli Soebahar, SH, MH. yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu hukum di Universitas Brawijaya Malang pada Rabu (25/11/2020).

 

Menurut Halim Soebahar, pencapaian ini tidak lepas dari peran sang ayah yaitu KH Mohammad Soebahar yang bercita-cita untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai level tertinggi.

 

“Kami berikhtiar semaksimal mungkin untuk mewujudkan impian tersebut. Dulu ayah menjalankan peran yang sangat kompleks, menjadi seorang kiai, pegawai, guru, bahkan bertani,” katanya.

 

Dirinya menceritakan, bahwa saat kakaknya, Moh Erfan Soebahar sedang menempuh kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya, ayahnya berikhitar untuk menjalin komunikasi dengan satu-satunya warga Kecamatan Tenggarang, Bondowoso yang bergelar sarjana muda. 

 

“Di tahun 1976, hanya ada seorang yang bergelar sarjana di Kecamatan Tenggarang,” kenangnya. 

 

Kemudian ayahnya menjalin komunikasi untuk berguru agar anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan tinggi. Tidak hanya itu, sang ayah memperluas relasi dengan para tokoh dan sarjana di Kabupaten Bondowoso. 

 

“Sehingga tekad ayah semakin bulat,” jelasnya.

 

Hal ini menjadi pelajaran penting bagi keluarga Halim Soebahar. Karena dengan latar belakang pendidikan ayahnya yang hanya tamat kelas empat Sekolah Dasar (SD), tetap memiliki tekad untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin. Tekad ini juga tidak lepas dari peran ibu yang secara istiqomah memberikan kekuaran batin untuk keluarganya.

 

“Oleh karena itu, impian ayah untuk mencapai jabatan guru besar segera terbesit menjelang saya lulus S1 di IAIN Jember,” ujarnya.

 

Dirinya berharap, pencapaian yang diperoleh saat ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.

 

“Semoga kami bertiga bisa mengamalkan ilmu dengan baik dan bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru