• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Metropolis

Ketum MUI Jatim Bersyukur Atas Gotong Royong Masyarakat untuk Korban Semeru

Ketum MUI Jatim Bersyukur Atas Gotong Royong Masyarakat untuk Korban Semeru
Kiai Muatawakkil memberikan sambutan webinar. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
Kiai Muatawakkil memberikan sambutan webinar. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim Kembali menggelar Webinar Seri Literasi Pandemi ke-24 pada, Jum’at (10/12/2021). Pada seri ke-24 ini mengambil fokus Istighotsah, Doa Bersama untuk Semeru dan Kilas Balik Pandemi di Indonesia.

 

Hadir dalam kesempatan ini KH Agoes Ali Masyhuri selaku Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jatim, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah Ketua Umum MUI Jatim, Prof Akh Muzakki Sekretaris Umum MUI Jatim, dan Djoko Santoso Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim.

 

Mengawali sambutannya Kiai Mutawakkil mengutip Al-Qur’an Surah Al-Qashas ayat 88.

 

“Artinya, segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan,” katanya.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini kemudian menjelaskan bahwa alam dan segala sesuatu kecuali Allah pasti mengalami perubahan. Demikian juga kehidupan manusia yang hidupnya akan mengalami penderitaan, kesedihan, dan sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun tidak seterusnya demikian, pasti diberi juga oleh Allah kenikmatan dan kebahagiaan.

 

Dirinya kemudian menjelaskan teologi bencana dalam Islam bisa disebut dengan beberapa istilah.

 

“Bala' adalah ujian, kemalangan, atau kerusakan. Maka dalam konteks ini bencana merupakan sesuatu yang menjadi ujian agar semakin jelas keimanan manusia,” jelasnya.

 

Bencana juga identik dengan musibah, yaitu segala sesuatu yang tidak menyenangkan. Maka bencana dalam arti musibah bisa merupakan ujian, teguran, atau azab.

 

"Kemudian bencana dalam Al-Qur’an juga disebut fitnah, yang cenderung artinya adalah ujian untuk menguji keimanan seseorang," tambahnya.

 

Kiai Mutawakkil menyampikan keprihatinannya atas bencana yang menimpa masyarakat di kaki Gunung Semeru. Namun ia juga berbahagia melihat anak bangsa yang berduyun-duyun menyumbang untuk meringankan beban korban erupsi Gunung Semeru.

 

“MUI Jatim juga akan segera mengirimkan bantuan. Tim dan barang yang akan didonasikan sudah ada, berupa sarung, selimut dan lain sebagainya,” ujarnya.

 

Dalam closing statement Kiai Mutawakkil mengingatkan untuk terus senantiasa berdoa kepada Allah di setiap saat.

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru