• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Metropolis

Makna di Balik 17 Agustus menurut KH Maimoen Zubair

Makna di Balik 17 Agustus menurut KH Maimoen Zubair
KH Maimoen Zubair. (Foto: NOJ/Salsabila)
KH Maimoen Zubair. (Foto: NOJ/Salsabila)

Surabaya, NU Online Jatim
Angka 17 merupakan sebuah angka sakral. Hal ini dibuktikan bahwa shalat itu dilaksanakan sejumlah 17 rakaat setiap hari. Hari Proklamasi juga tepat pada tanggal 17 Agustus dengan berpedoman pada petunjuk yang diturunkan pada 17 Ramadhan. 


Hal itu disampaikan oleh ulama kharismatik Indonesia, almarhum KH Maimoen Zubair atau yang biasa disebut Mbah Moen dalam tayangan TV9, Selasa (09/08/2022).   


“Yang sudah kita ketahui bahwa ketika melaksanakan shalat itu satu hari satu malam terdapat 17 rakaat. Kemudian mulai dari Sumpah Pemuda sampai proklamasi yang jatuh pada 17 Agustus 1945 dan hari diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dengan diperingati pada 17 Ramadhan. Oleh sebab itu, hubungan antara 17 rakaat dengan makna 17 Agustus dan 17 Ramadhan itu mempunyai keterkaitan yang sangat erat,” katanya. 


Ulama yang wafat di Makkah al-Mukarramah itu juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki mayoritas masyarakat muslim sampai Allah SWT memperingatkan kemerdekaan Indonesia dengan angka 17, 8 dan 45. Dalam hal ini, proklamasi yang dilaksanakan pada 17/08/45 memiliki arti dan makna yang luar biasa, karena pada angka 17 yang mempunyai arti sebagai jumlah rakaat shalat wajib yang dilakukan dalam satu hari. Kemudian pada angka 8 merupakan jumlah pintu surga yang berjumlah 8. Dan pada angka 45, bahwa setiap orang islam harus membaca syahadat dalam sholat wajib sebanyak 4 kali dan 5 kali. 


“Satu-satunya negara yang menganut agama Islam terbanyak adalah Indonesia, sampai Allah SWT memperingatkan kemerdekaan Indonesia dengan angka 17-08-25. Terlebih lagi, masyarakat harus mengetahui momen yang bermakna dan luar biasa ini karena kita sebagai masyarakat Indonesia, khususnya sebagai umat islam apabila ingin pintu surga yang terdapat pada angka 8, maka kita diharuskan untuk menjalankan ibadah yang dilakukan dengan 17 rakaat dan 45 yang merupakan syahadat yang dilakukan dalam sholat,” ungkapnya.


Oleh karena itu, sebagai generasi penerus bangsa harus ingat bahwa dengan ada perjuangan pahlawan dan semangat untuk terus memperjuangkan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, peringatan 17 Agustus diharapkan masyarakat Indonesia harus mempunyai semangat untuk tetap menjalankan ibadah sebanyak minimal 17 rakaat.


“Semoga dibalik angka 17 Agustus ini kita dapat mengingat para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia untuk sampai pada negeri yang adil dan makmur dengan tetap berpedoman pada agama Islam dengan menjalan ibadah,” pungkasnya.

 

Penulis: Salsabila


Metropolis Terbaru