• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 30 September 2022

Metropolis

MTs Nurul Islam Gresik Juara Nasional Lomba Robot

MTs Nurul Islam Gresik Juara Nasional Lomba Robot
Siswa MTs Nurul Islam Pongangan, Manyar, Gresik juara lomba robot nasional. (Foto: NOJ/KJm)
Siswa MTs Nurul Islam Pongangan, Manyar, Gresik juara lomba robot nasional. (Foto: NOJ/KJm)

Gresik, NU Online Jatim

Madrasah tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Aneka prestasi membanggakan diraih, tidak hanya di level lokal. Bahkan di jalur sains dan teknologi juga banyak bermunculan siswa dengan prestasi yang mengagumkan.

 

Hal tersebut sebagaimana diraih siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Islam, Pongangan, Manyar, Gresik. Karena pada ajang Madrasah Robotic Competition (MRC) tahun 2020 di Gedung Graha Alawiyah Kampus II Universitas Islam As-Syafi’iyah, Jatiwaringin Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat berhasil meraih juara.

 

Mereka terdiri dari enam siswa yang dibagi menjadi tiga tim. Proses seleksi dilakukan secara virtual sejak akhir tahun lalu. Sedangkan grand final dilaksanakan Selasa hingga Kamis (2-4/02/2021). 

 

“Hasil dari kompetensi ini membuktikan madrasah tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman dan dunia ilmu teknologi sebagai akselerasi pendidikan,” kata Ubaidillah, Selasa (10/02/2021).

 

Salah seorang guru pendamping di MTs Nurul Islam Pongangan tersebut menjelaskan bahwa salah satu tim beranggotakan Muhammad Ariq Agustiansyah (13) dan Nindya Erika Ingesukmanjaya (13). Keduanya meraih  penghargaan juara pertama best participant pada kategori maze solving.

 

“Kedua siswa kelas VIII itu mampu menyisihkan para pesaing dari Bandung, Pasuruan, Blitar, Bengkulu, Sulawesi, dan beberapa daerah lain di Indonesia,” terangnya.

 

Sedangkan Muhammad Ariq Agustiansyah menjelaskan bahwa dirinya tertarik pada dunia robot sejak kecil. Hal tersebut dibuktikan dengan hobinya bermain dan membongkar pasang, hingga merakit koleksi mobil tamiya.

 

“Saya salurkan hobi tersebut dengan bergabung pada ekstra robotika di madrasah,” akunya.

 

Disampaikannya bahwa untuk hal ini, pihak madrasah juga memberikan dukungan nyata. Kehadiran guru pembimbing dan dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) membuatnya kian tertarik ke dunia robot.

 

Ariq sadar bahwa mengikuti lomba robot secara nasional adalah pengalaman pertama. Karena itu aneka persiapan dilakukan agar tidak mengecewakan. Bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali, demikian barangkali dalam benaknya.

 

“Ternyata dalam keikutsertaan di kompetisi ini butuh akurasi dan kecepatan,” kenangnya. Ada cek poin setiap perlintasan sampai 8 poin sebagai nilai dari kecepatan robot yang dibuat di lintasan, lanjutnya.

 

Peserta pasangannya, Nindia menambahkan bahwa persaingan dalam kompetisi lumayan ketat. “Kami harus bersaing dalam mengumpulkan poin dari dewan juri. Robot yang kami ciptakan harus melewati cek poin dengan waktu yang ditentukan,” jelasnya.

 

Selain keduanya, siswa-siswi MTs Nurul Islam Pongangan yang berhasil mendapat penghargaan dalam MRC adalah Andromeda (14) siswa kelas VIII dan Anisa Ayu Zandira (13) yang duduk di bangku kelas VII. Juga meraih runner up best desain kategori internet of things (IoT).

 


Editor:

Metropolis Terbaru