• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Metropolis

Rais Aam NU Tekankan Pentingnya Gerakan Besar Jelang 1 Abad NU

Rais Aam NU Tekankan Pentingnya Gerakan Besar Jelang 1 Abad NU
KH Miftachul Akhyar, Rais Aam NU, di acara pelantikan PCNU Sidoarjo, Kamis kemarin. (Foto: NOJ/Yulli Riyanto)
KH Miftachul Akhyar, Rais Aam NU, di acara pelantikan PCNU Sidoarjo, Kamis kemarin. (Foto: NOJ/Yulli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan pentingnya gerakan besar di dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Dia yakin hal itu bisa dilakukan oleh NU di Kabupaten Sidoarjo menjelang 1 abad NU karena NU di Kota Udang menurutnya besar.

 

“Tinggal duduk-duduk saja sudah jalan, dipimpin oleh siapa pun selalu akan meraih juara dan penghargaan-penghargaan. Padahal, Jatim adalah kiblatnya NU di Indonesia, berarti kiblatnya NU sekarang ada di Sidoarjo,” kata Kiai Miftach dalam acara pelantikan PCNU Sidoarjo masa khidmat 2021-2026 di Gedung Serbaguna KBIH Rohmatul Ummah An-Nahdliyah Sidoarjo, Kamis (17/02/2022).

 

Kiai Miftach menegaskan, satu tahun lagi NU akan memasuki usia 100 tahun, yang mana satu abad ini dilambangkan sebagai sebuah pembaharuan dan konsep-konsep besar.

 

“Kalau di dunia industri kita mengenal ada industri 4.0, maka NU pun punya sebuah konsep besar, yaitu grand idea, grand desain, grand startegi, dan grand control,” ungkap Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya tersebut.

 

Menurutnya, kalau empat desain atau pondasi itu bisa dilaksanakan, akan terwujud cita-cita NU yang keberadaannya bukan hanya di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia. Organisasi NU saat ini sedang dinantikan oleh dunia dalam hal peran solusi-solusi perdamaian dan keumatan.

 

“Apalagi ditunjang dengan jumlah anggota NU terbesar di dunia, tidak ada organisasi sebesar NU. Ini adalah eksistensi NU yang selama ini kita kenal jam’iyyahnya adalah Ahlussunah wal Jama’ah,” kata Kiai Miftach.


Metropolis Terbaru