• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Rais Aam PBNU: Penyakit Kagetan Bisa Dilawan dengan Mengokohkan Pribadi

Rais Aam PBNU: Penyakit Kagetan Bisa Dilawan dengan Mengokohkan Pribadi
Rais Aam PBNU. (Foto: NOJ/Charline)
Rais Aam PBNU. (Foto: NOJ/Charline)

Surabaya, NU Online Jatim

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, mengatakan bahwa orang yang suka heran atau gumunan dan kagetan berada di posisi lemah. Hal ini disampaikan pada kongres XVI Fatayat NU di Jakabaring, Palembang, Sabtu (16/07/2022).

 

“Orang yang suka heran dan kaget posisinya lemah sehingga mudah dimasuki dan dipengaruhi orang. Ini menjadi penyakit kita,” katanya.

 

Orang-orang yang kagetan atau grudak-gruduk pun bisa dideskripsikan sebagai orang yang latah akan keadaan sekitarnya.

 

"Contohnya, orang lain melakukan kebaikan dan kebajikan, mereka tidak mau ketinggalan melakukan juga, pun juga sebaliknya," terangnya.

 

Kiai Miftah mengungkapkan bahwa dirinya akan turun ke bawah untuk memberikan pemahaman ke masyarakat agar tidak mudah heran dan kaget.

 

“Saya akan turun ke bawah nanti untuk menyadarkan mereka agar tidak menjadi umat yang mudah heran dan kagetan,” ungkapnya.

 

Kiai Miftah juga menuturkan bahwa menghilangkan sifat-sifat itu bisa dilakukan secara individu dengan cara mengokohkan idealisme dan kepribadian.

 

“Kokohkan kepribadianmu, kokohkan idealisme. Tunjukkan idealisme. Jangan suka ikut-ikutan orang lain. Pikirkan dulu. Silakan ikut, tapi ikut dalam kebenaran. Silakan ikut, tapi ikut dalam sebuah kecerdasan,” pungkas pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah.

 

Penulis: Charline


Metropolis Terbaru