• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Santri Bocah di Surabaya Dikenalkan ‘Fastabiqul Khairat’ saat Liburan

Santri Bocah di Surabaya Dikenalkan ‘Fastabiqul Khairat’ saat Liburan
Ilustrasi santri. (NOJ/nu.or.id)
Ilustrasi santri. (NOJ/nu.or.id)

Surabaya, NU Online Jatim

Pengurus Pondok Pesantren Putri Nurul Huda Surabaya memanfaatkan momentum Peringatan Hari Besar lslam (PHBI) maupun Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) untuk meningkatkan potensi para santri putri melalui kegiatan memiliki nilai-nilai mendidik. Diharapkan, para santri biasa terpacu dalam mengejar segala kebaikan sejak dini. 

 

Termasuk pada malam puncak peringatan Nisfu Sya'ban pada Selasa malam (30/03). Kesempatan itu digunakan Pesantren  Putri Nurul Huda Surabaya mengenalkan sejak dini kepada para santri pentingnya berlomba-loma dalam kebaikan atau ‘Fastabiqul Khairat’ dengan lomba melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW.

 

"Setidaknya dengan adanya kegiatan yang sifatnya non-resmi atau kegiatan tambahan di sela-sela PHBI menjadikan para santri merasa kalau inilah hiburan bersama yang membuat mereka nyaman dan tanpa terasa nilai-nilai pendidikan terkandung didalamnya," kata Ketua Pesantren Putri Nurul Huda Surabaya, Nur Afifah, kepada NU Online Jatim, Rabu (31/03/2021).

 

"Kami terus berusaha meningkatkan kualiatas kegiatan-kegiatan para santri baik di waktu kegiatan sehari-hari maupun kegiatan tambahan yang di gelar pada waktu-waktu tertentu, tidak lain agar mereka terus berlatih dan belajar menjadi lebih baik lagi sebelum nantinya mengabdikan diri kepada masyarakat," tambah Afifah.

 

Koordinator Divisi Minat Bakat (Mikat) Pesantren Putri Nurul Huda, Mufarrohah, menjelaskan bahwa lomba melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW merupakan rangkaian kegiatan dari PHBI dalam rangka peringatan Nisfu Sya'ban.

 

"Selain lomba melantunkan shalawat Nabi Muhammad SAW, juga ada pembacaan Yasin bersama dan malam puncaknya pembagian hadiah sekaligus wejangan yang disampaikan oleh pembina Ponpes Putri Nurul Huda," ujar Mufarrohah.

 

Lomba itu, lanjut mahasiswa Sekolah Tinggi  llmu Bahasa Arab dan Dakwah (STIBADA) Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya itu, diikuti oleh oleh para santri secara berkelompok mewakili dari setiap kamar untuk kemudian dinilai oleh para dewan juri.

 

"Sistem seperti ini sering kami gunakan untuk menambah daya semangat para santri ketika kegiatan terutama di ajang PHBI dan PHBN meskipun dengan kegiatan yang berbeda," tandas Mufarrohah.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru