• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 1 Juli 2022

Metropolis

Sejumlah Pihak Beri Kesaksian Kelebihan Almarhum Andry Dewanto

Sejumlah Pihak Beri Kesaksian Kelebihan Almarhum Andry Dewanto
Peringatan 7 hari wafatnya H Andry Dewanto Ahmad. (Foto: NOJ/Sutrisno A)
Peringatan 7 hari wafatnya H Andry Dewanto Ahmad. (Foto: NOJ/Sutrisno A)

Sidoarjo, NU Online Jatim
Wafatnya Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, H Andry Dewanto Ahmad menyisakan duka. Berbagai kegiatan berupa doa dan mengenang kiprah almarhum digelar di sejumlah daerah.

 

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo bersama Tim Pendamping Desa dan Fatayat NU Jawa Timur menggelar khatmil Qur'an dan tahlil bersama 7 hari wafatnya almarhum. Kegiatan juga dalam rangka doa bersama untuk keselamatan bangsa yang digelar secara virtual, Kamis (05/08/2021) malam.  

 

“Almarhum adalah sosok pejuang yang gigih dan sangat dibutuhkan pada masa kini,” kata H Riza Ali Faizin, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo saat sambutan.

 

Disampaikannya bahwa Andry Dewanto Ahmad mempunyai pemikiran dan pandangan yang berbeda dalam menyikapi segala hal. Juga mengedepankan pluralisme sebagaimana telah diajarkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 


"Almarhum sahabat Andry Dewanto Ahmad ini selaku instruktur PW Ansor Jatim, di manapun dan dalam kondisi apapun ketika diminta untuk mengisi maupun menghadiri kegiatan Ansor, tidak ada jawaban lain selain kata siap,” ungkapnya. 

 

Hal tersebut dibuktikan dengan selalu hadirnya almarhum ketika diundang ke Sidoarjo. Mulai kegiatan pelantikan hingga ngaji desa. 

 

Selain mampu menyampaikan konsep duniawi dengan diimbangi nuasa agama, Andry Dewanto dalam setiap statemennya pasti ada pelajaran dan petuah serta nasihat bijak. Termasuk dalam masalah SDGs (Sustainable Development Goals/SDGs) desa sebagai upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan.

 

"Seperti halnya konsep SDG's Desa, Ansor harus berperan aktif di desa, beliau selalu menghubungkan dengan cerita ketika Nabi Muhammad pertama kali datang ke Madinah," tutur H Reza.

 

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jatim, Dewi  Winarti mengatakan bahwa sosok Andry Dewanto memang layak untuk dicintai oleh siapapun yang sudah mengenalnya.

 

"Tidak hanya di forum Ansor, Fatayat NU, PMII dan pendamping desa, juga di organisasi dan tempat di mana beliau berada. Almarhum selalu mengapresiasi nilai perbedaan dalam segala hal yang disikapi dengan serius namun ringan," katanya.

 

Lebih lanjut, Dewi Winarti mendapatkan pesan secara langsung dari Mas Andry, sapaan almarhum yang selalu dikenang hingga saat ini. Hal tersebut juga disampaikan kepada sang istri, Hj Hikmah Bafaqih dengan sapaan bunda. 

 

"Mas Andry pernah bilang kepada istrinya, bahwa bunda tidak boleh lupa dan harus mampu membantu Fatayat NU,” kenangnya. 

 

Sementara kepada dirinya, almarhum berpesan untuk terus berbuat baik karena tidak butuh ruang dan waktu. 

 

Sedangkan M Arif Hidayatullah selaku Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Pendamping Desa Kabupaten  Sidoarjo mengaku sangat mengagumi almarhum. Walaupun pertemuan dan perjumpaan itu sangat singkat. 

 

"Mas Andry ini dalam menghormati orang lain selalu meninggikan, dalam bahasa Jawa mudah ngewonge uwong, Jiwanya dermawan dan hobi memberikan sesuatu kepada siapa saja yang dikenalnya," tuturnya.

 

Kelebihan lain dari almarhum adalah dalam menyikapi perbedaan. Ketika terjadi diskusi yang diselingi debat, juga terkesan asyik. 

 

“Demikian pula sikap maupun tutur kata Mas Andry demikian menakjubkan,” pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah
 


Editor:

Metropolis Terbaru