• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 30 Juni 2022

Metropolis

Tabulasi Anggota Ahwa Dimungkinkan Rampung Petang Ini

Tabulasi Anggota Ahwa Dimungkinkan Rampung Petang Ini
Suasana tabulasi calon anggota Ahwa di GSB Unila. (Foto: NOJ/Risma S)
Suasana tabulasi calon anggota Ahwa di GSB Unila. (Foto: NOJ/Risma S)

Bandar Lampung, NU Online Jatim
Prosesi sidang-sidang Muktamar Ke-34 NU terus berlangsung, bahkan sebagian telah rampung digelar. Salah satu yang mencuri perhatian publik khususnya Nahdliyin adalah tabulasi untuk anggota Ahlul Halli wal Aqdi atau Ahwa pada Kamis (23/12/2021) sore.
 

Penghitungan calon anggota Ahla dipusatkan di Gedung Serba Guna atau GSG Universitas Lampung (Unila) untuk selanjutnya memilih Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sejumlah kiai dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk KH Abdussalam Shochib, Wakil Ketua PWNU Jatim.
 

Gus Salam mengatakan ada perubahan terkait nama-nama Ahwa yang pernah direkomendasikan oleh PWNU Jatim.
 

“Ada perubahan yaitu KH Najmuddin Abd Sofa dari kategori perwakilan wilayah NU se-Indonesia yang kemarin wafat kita gantikan dengan KH Ali Akbar Marbun,” katanya.
 

Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang ini menjelaskan bahwa proses pemilihan Ahwa masih berlangsung.
 

“Saat ini masih dilakukan tabulasi usulan Ahwa dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan PWNU se-Indonesia. Kemungkinan selesai menjelang maghrib,” jelasnya.
 

Gus Salam kembali menuturkan bahwa banyak PCNU dan PWNU yang usulannya sama dengan PWNU Jatim.
 

“Ada sekitar 42 PCNU yang memiliki usulan Ahwa sama dengan kami. Karena biasanya ada aspirasi lokal. Misalnya daerah tapal kuda banyak yang memasukkan KH Nur Fuad Hasan Sidogiri, kemudian Mataraman banyak yang mengusulkan Abdullah KH Kafabihi Lirboyo,” tuturnya.
 

Beberapa sidang pleno Muktamar Ke-34 NU tekah rampung digelar. Dan bila sejumlah kiai yang terhimpun dalam Ahwa telah terbentuk, maka akan dilakukan pemilihan Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2021-2026. Usai Rais Aam PBNU telah terpilih, maka akan dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat lima tahun mendatang.

   


 


Editor:

Metropolis Terbaru