• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Pendidikan

FKH Unair Surabaya Bentuk Tim Khusus Atasi PMK di Jatim

FKH Unair Surabaya Bentuk Tim Khusus Atasi PMK di Jatim
Dialog interaktif atasi masalah PMK di Jatim. (Foto: NOJ/Humas Unair)
Dialog interaktif atasi masalah PMK di Jatim. (Foto: NOJ/Humas Unair)

Surabaya, NU Online Jatim
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyerang ternak di Jawa Timur (Jatim). Merespon hal itu, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengadakan dialog interaktif dengan mengundang dinas peternakan dan peternak di beberapa daerah, utamanya yang terdampak wabah PMK, Rabu (11/05/2022).


Dialog interaktif yang berlangsung melalui Zoom Meeting dan live YouTube menghadirkan ketua tim khusus PMK FKH Unair Prof Dr Fedik Abdul Rantam drh dan juru bicara tim PMK FKH Unair Prof Dr Mustofa Helmi Effendi drh DTAPH.


Dalam sesi diskusi, Prof Fedik mengatakan agar masyarakat tidak panik berlebihan dalam menghadapi PMK. Sapi atau hewan ternak yang terjangkit PMK dapat disembuhkan apabila treatment dilakukan dengan baik. Selain itu, untuk mencegah penyebaran virus dapat dilakukan penyemprotan lantai dan dinding kandang dengan disenfektan.


“Penyemprotan untuk kaki ini juga bisa dengan KMnO4 ini bisa efektif sekali. Mulutnya bisa dicuci dengan NaCl 1 persen atau 2 persen itu bisa bersih dan bisa mempercepat penyembuhan sapi,” katanya. 


Sementara Prof Helmi menuturkan bahwa PMK adalah penyakit yang sangat menular untuk hewan berkuku belah, tetapi tidak menular pada manusia. Oleh karena itu, daging dan jeroan pada sapi yang terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi manusia karena tidak menularkan virus apabila sudah dimasak.


“Jadi virus PMK ini aman untuk manusia, maka ya tidak apa-apa sebetulnya, dimasak (daging dan jeroan, Red) kemudian diedarkan tidak masalah,” jelasnya.


Tim Khusus Tangani Wabah
Dekan FKH Unair Prof Dr Mirni Lamid drh MP dalam sambutannya menyebut bahwa, webinar yang dilakukan FKH untuk menjawab keresahan masyarakat. Selain itu, melalui dialog interaktif dapat didiskusikan secara menyeluruh mengenai PMK yang menjangkit hewan ternak.


“Ini bisa didiskusikan secara menyeluruh dengan pemahaman, edukasi, terutama juga edukasi pada para dokter hewan, karena kita tahu dokter-dokter hewan di beberapa kabupaten ini banyak yang muda-muda juga,” tuturnya.


Prof Mirni mengungkapkan, FKH Unair telah membentuk tim khusus untuk membantu mengatasi dan menangani wabah PMK di Jatim. FKH Unair telah membentuk tim pengabdian masyarakat untuk membantu penanganan wabah PMK di lapangan. Tim pengabdian masyarakat tersebut akan diterjunkan pada Sabtu (14/05/2022).


“Sabtu besok kami sudah membentuk tim pengabdian masyarakat di dua kabupaten yang akan terjun bersama-sama,” ungkapnya.


Sebagai informasi dari CNN Indonesia, wabah PMK diketahui pertama kali dilaporkan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kemudian, ditemukan juga di Lamongan, Mojokerto, dan Sidoarjo. Tercatat setidaknya sebanyak 1.247 ekor hewan ternak telah terjangkit PMK. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menduga virus penyebab PMK pada ribuan hewan ternak berasal dari hewan impor ilegal.


Pendidikan Terbaru